Batik Air berkolaborasi dengan Tourism Malaysia Trade Event menggelar sesi business matching bersama para agen perjalanan di Ballroom JW Marriott Hotel Surabaya pada Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini bertujuan mendongkrak potensi pasar penerbangan pada rute Surabaya-Kuala Lumpur pergi-pulang, sekaligus memperkuat sambungan penerbangan ke berbagai kota di Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur, melalui jaringan Lion Group.
Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan penerbangan pada rute ini memiliki pasar yang kuat, mencakup penumpang perorangan (solo backpacker) maupun rombongan (group). Ia menjelaskan, kehadiran mitra travel agent dalam acara ini dimaksudkan untuk memperbarui informasi layanan bagi kedua segmen tersebut.
Menurut Danang, penumpang pada rute Surabaya-Kuala Lumpur datang dari berbagai kalangan, antara lain:
- Pekerja
- Akademisi
- Wisatawan umum
- Jemaah umrah
- Pelaku perjalanan medis (medical tourism)
Load Factor Surabaya-Kuala Lumpur Disebut Nyaris Penuh
Soal tingkat keterisian penumpang, keterangan Danang kepada dua media memiliki penekanan berbeda. Kepada ANTARA, ia menyebut load factor rute ini pada tren terkini sudah sampai 100 persen.
“Dua kali penerbangan, satu penerbangan itu 156, jadi 300 lebih, load factor nya tren terkini itu sampai 100 persen.”
— Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group
Namun, Surya.co.id mengutip keterangan Danang yang lebih moderat. Ia menyebut tingkat keterisian rute Surabaya-Kuala Lumpur pergi-pulang Batik Air saat ini rata-rata hampir 100 persen, dengan angka tertinggi terjadi pada periode puncak seperti musim libur sekolah dan masa keberangkatan jemaah umrah, mengingat maskapai ini turut melayani sambungan penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Arab Saudi.
Dari sisi kapasitas, Danang menerangkan penerbangan pada rute ini berlangsung dua kali dalam sehari, masing-masing memakai pesawat berkapasitas 156 kursi, sehingga total kursi yang tersedia lebih dari 300 per hari.
Rute ini juga disebut sebagai koridor penting bagi Jawa Timur karena mendukung berbagai keperluan perjalanan warga, termasuk:
- Liburan
- Ibadah umrah
- Pekerjaan
- Perdagangan
- Pendidikan
- Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Untuk perjalanan umrah, penerbangan Surabaya-Kuala Lumpur dapat disambungkan menuju Jeddah. Di sisi pendidikan, konektivitas ini turut menopang kebutuhan dosen yang mengajar di kampus berbeda, kegiatan riset, serta program pertukaran mahasiswa.
Rute Baru dan Konektivitas Lanjutan dari Surabaya
Selain itu, Yogi Gema Nanda Prasetya yang menjabat Station Manager & Sales Lion Group untuk wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan mengungkapkan bahwa kini tersedia opsi rute penerbangan tambahan yang belum lama diresmikan, sehingga penumpang mendapat pilihan transit baru.
“Saat ini telah ada rute baru Banjarmasin–Kuala Lumpur yang baru diresmikan Minggu (20/9/2026). Sehingga untuk penerbangan dari Surabaya pun sekarang ada pilihan bila ada yang ingin transit ke Banjarmasin. Bisa dari Surabaya ke Banjarmasin dulu, lanjut ke Kuala Lumpur.”
— Yogi Gema Nanda Prasetya, Station Manager & Sales Lion Group Jawa Timur dan Kalimantan Selatan
Konektivitas lanjutan dari Kuala Lumpur turut mencakup sejumlah kota di Malaysia lainnya, meliputi:
- Langkawi
- Penang
- Kota Bharu
- Johor Bahru
- Kuching
- Tawau
- Kota Kinabalu
- Miri
Rute domestik Batik Air turut menyambungkan Surabaya dengan berbagai kota di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Dengan begitu, penumpang dari kota-kota tersebut dapat meneruskan perjalanan ke luar negeri via Kuala Lumpur, memanfaatkan penerbangan yang terkoneksi lewat Bandara Juanda.
Indonesia Pasar Penting bagi Pariwisata Malaysia
Assistant Marketing Manager Tourism Malaysia kantor perwakilan Jakarta Savita Sarah Ashari menegaskan posisi Indonesia sebagai penyumbang wisatawan terbesar kedua bagi Malaysia setelah Singapura.
“Wisatawan dari Indonesia berada di peringkat kedua terbesar setelah Singapura. Hal itulah yang membuat kami merasa Indonesia, dalam hal ini Surabaya, merupakan pasar yang penting bagi Malaysia.”
— Savita Sarah Ashari, Assistant Marketing Manager Tourism Malaysia kantor perwakilan Jakarta
Soal jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia pada 2025, angka yang dikutip dua media berbeda. Surya.co.id menyebut angka 4.366.358 kunjungan sepanjang 2025, naik dari 3.725.894 kunjungan pada 2023 dan 3.330.129 kunjungan pada 2019. Sementara itu, ANTARA menyebut pernyataan Savita yang mencatat angka 4.266.358 kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia pada 2025, naik sekitar 2,9 persen ketimbang tahun 2024, dan naik 9,9 persen ketimbang tahun 2019 yang jumlahnya 3.882.666 kunjungan.
Savita menambahkan, Malaysia menawarkan sejumlah destinasi alternatif di luar Kuala Lumpur yang bisa masuk paket perjalanan wisatawan asal Indonesia, di antaranya:
- Bukit Chabang, Perlis
- Komtar's The Top dan Pinang Peranakan Mansion, Pulau Pinang
- Eufloria Gardens & Sculpture Park, Pahang
- Pulau Tenggol, Terengganu
- Bangunan Sultan Abdul Samad dan Skyline Luge, Selangor
- Encore Melaka
Dalam kesempatan itu, Tourism Malaysia turut mengajak sejumlah pelaku usaha dari sektor perhotelan, pengelola destinasi wisata alam, serta penyedia jasa kesehatan dan pendidikan untuk memperkenalkan kesiapan mereka menyambut kunjungan wisatawan asal Jawa Timur.
