Realisasi investasi di Jawa Timur pada semester I 2026 mencapai Rp72,7 triliun. Angka itu disampaikan pejabat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov Jatim dalam siaran radio di Surabaya, Rabu (7/10/2026), seperti dilaporkan Suara Surabaya.

Capaian tersebut menunjukkan minat investor terhadap Jawa Timur masih kuat, menurut laporan Suara Surabaya. Minat itu datang dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).

Apa yang disampaikan DPMPTSP Jatim soal investasi

Yuswanto, Koordinator Tim Kerja Substansi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Pemprov Jatim, menyampaikan data itu dalam talk show “Merawat Bumi Majapahit” di Radio Suara Surabaya pada Rabu pagi.

Ia menjelaskan, nilai Rp72,7 triliun tersebut berdasarkan laporan investasi yang telah masuk untuk periode enam bulan pertama 2026.

Komposisi PMDN dan PMA di Jawa Timur

Menurut Yuswanto, komposisi investasi tersebut didominasi PMDN dengan porsi 68,5 persen. Adapun PMA menyumbang 31,5 persen dari total realisasi.

Artinya, sebagian besar investasi semester I 2026 di Jatim berasal dari pelaku usaha dalam negeri, sedangkan investor asing menyumbang porsi yang lebih kecil. Secara umum, PMDN adalah penanaman modal oleh pelaku usaha di dalam negeri, sementara PMA dilakukan oleh pihak asing.

Kedua komponen itu membentuk keseluruhan nilai realisasi yang dilaporkan DPMPTSP untuk semester pertama tahun ini. Pembagian porsi tersebut memperlihatkan asal modal yang tercatat masuk ke Jawa Timur dalam enam bulan pertama 2026.

Baca jugaDisperindag Jatim Dorong IKM Tembus Pasar Global, Sarang Burung Walet Jadi Contoh Ekspor

Tren investasi positif sejak 2021

Yuswanto menyebut investasi di Jawa Timur terus menunjukkan pertumbuhan sejak 2021 hingga 2025. Menurut dia, puncaknya terjadi pada 2025.

“Sejak tahun 2021 sampai 2025 tren positif investasi di Jawa Timur bahkan puncaknya ini di 2025 ini,”

— Yuswanto, Koordinator Tim Kerja Substansi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Pemprov Jatim

Memasuki 2026, berdasarkan laporan investasi yang telah masuk untuk enam bulan pertama, nilai realisasi investasi di Jawa Timur sudah mencapai Rp72,7 triliun, menurut keterangan Yuswanto kepada pendengar Radio Suara Surabaya.

Hal yang belum dirinci dalam keterangan

Suara Surabaya tidak memuat nilai rupiah masing-masing komponen PMDN dan PMA. Sumber itu juga tidak menyebut sektor usaha maupun kabupaten/kota yang menerima investasi tersebut.

Karena itu, dampak langsung realisasi investasi ini bagi warga Surabaya belum dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia. Judul laporan Suara Surabaya memang menyebut DPMPTSP mengungkap faktor penarik investor, tetapi rincian faktor itu tidak termuat dalam bagian keterangan yang menjadi rujukan berita ini.

Angka Rp72,7 triliun disampaikan oleh satu pejabat dinas dalam siaran radio. Dalam sumber yang tersedia, belum ada keterangan pembanding dari pihak lain mengenai capaian investasi tersebut.