Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Surabaya pada Sabtu (26/9/2026). Seperti dilaporkan Surya.co.id, kepengurusan baru ini menekankan penguatan peran muslimah dalam pembangunan.
Acara berlangsung di kediaman Penasihat DPW Perempuan ICMI Jatim, Ida Untung Rajab. Pelantikan mengangkat tema "Mengokohkan Peran Strategis Muslimah Sebagai Penggerak Transformasi Peradaban".
Lima nilai utama pemberdayaan muslimah
Dalam kepengurusan ini, Perempuan ICMI Jatim berkomitmen mendorong muslimah tidak sekadar menjadi bagian dari pembangunan. Mereka diharapkan tampil sebagai penggerak perubahan sosial dan transformasi peradaban.
Ketua DPW Perempuan ICMI Jatim periode 2026-2031, Prof. Dr. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum., menyebut organisasinya membawa lima nilai utama: berakhlak, berilmu, berintegritas, berkontribusi, dan mandiri. Menurut dia, akhlak menjadi landasan agar setiap tindakan tetap berada dalam koridor kebaikan. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyusul agar kontribusi yang diberikan punya dasar yang jelas.
“Perempuan muslimah adalah kekuatan besar bagi kemajuan tatanan sosial dan bangsa. Melalui kepengurusan periode 2026-2031 ini, dengan mengedepankan karakter yang berakhlak, berilmu, berintegritas, berkontribusi dan mandiri kami siap menghadirkan program strategis yang nyata”
— Prof. Hesti Armiwulan, Ketua DPW Perempuan ICMI Jatim 2026-2031
Hesti juga menekankan pentingnya integritas, kontribusi nyata, dan kemandirian bagi perempuan. Ia menyebut lima nilai tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan berbagai program organisasi.
“Integritas menjadi jalan bagi kita untuk selalu membela kebenaran dan berada di pihak yang memperjuangkan keadilan.”
— Prof. Hesti Armiwulan, Ketua DPW Perempuan ICMI Jatim 2026-2031
Diminta turun ke akar rumput
Selain penguatan internal, DPW Perempuan ICMI Jatim diminta memastikan seluruh program kerja menjawab kebutuhan masyarakat lapisan bawah. Perwakilan Pengurus Pusat Perempuan ICMI, Marlina Buamona, S.H., menegaskan bahwa cendekiawan muslimah tidak boleh hanya aktif di ruang akademis.
“Cendekiawan muslimah harus hadir dan menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.”
— Marlina Buamona, S.H., perwakilan Pengurus Pusat Perempuan ICMI
Marlina mengimbau pengurus di Jawa Timur turun langsung ke masyarakat, melakukan survei, dan menyusun instrumen program yang presisi. Menurut dia, rumusan itu harus berangkat dari kebutuhan dan permasalahan nyata perempuan kelas bawah.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah
Ke depan, DPW Perempuan ICMI Jatim diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Bidang yang disebut mencakup persoalan sosial, perlindungan anak, dan kelompok rentan di Jawa Timur.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., turut hadir dalam pelantikan tersebut. Ia menyambut baik potensi kerja sama antara pemerintah daerah dan ICMI Jatim, menurut laporan Surya.co.id.
Sumber yang dirujuk belum memerinci program kerja konkret maupun jadwal pelaksanaannya. Hesti hanya menyatakan pengurus siap menghadirkan program strategis yang nyata selama lima tahun kepengurusan.


