Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengebut pengerjaan proyek saluran air dan gorong-gorong di berbagai lokasi menjelang musim hujan. Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyatakan seluruh proyek saluran ditargetkan rampung pada November 2026 mendatang, seperti dilaporkan detikJatim, Minggu (27/9/2026).

Target Rampung Sebelum Puncak Musim Hujan

Hidayat memastikan pengerjaan fisik di lapangan terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia menyebut proyek saluran air ditargetkan selesai secara keseluruhan pada bulan November tahun ini agar Surabaya lebih siap menghadapi musim hujan.

“Selesai (sebelum puncak musim hujan) kalau yang untuk saluran ya. Saluran semua selesai November.”

— Hidayat Syah, Kepala DSDABM Kota Surabaya

Target waktu itu disampaikan Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menegaskan bahwa fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada saluran-saluran yang berpotensi menimbulkan genangan bila tidak selesai sebelum hujan turun secara intensif.

Kendala Utilitas dan Sosialisasi Warga

Meski dikejar target, Hidayat mengakui ada sejumlah kendala teknis maupun sosial yang dihadapi timnya di lapangan. Salah satunya keberadaan utilitas bawah tanah seperti pipa gas, jaringan PDAM, dan kabel provider, misalnya pada pekerjaan saluran di Jalan Prof Dr Moestopo.

Selain itu, penyesuaian arus lalu lintas serta proses sosialisasi ke warga turut menjadi tantangan. Di kawasan Babatan, tim proyek berencana melakukan penggalian pada malam hari, namun warga menginginkan pekerjaan dilakukan siang hari meski lalu lintas cukup padat.

“Ada kendala utilitas gas di Jalan Moestopo, pipa PDAM, provider, traffic. Di Babatan kita mau gali malam, masyarakat minta siang tetapi traffic tinggi. Banyak masalah sosialisasi.”

— Hidayat Syah, Kepala DSDABM Kota Surabaya

Hidayat menyebut kombinasi kendala teknis di bawah tanah dan kebutuhan warga yang berbeda-beda membuat penyelesaian proyek tidak selalu bisa mengikuti jadwal ideal di setiap ruas jalan.

Ratusan Titik Banjir Sudah Ditangani

Menurut Hidayat, Surabaya memiliki sekitar 400 lokasi rawan banjir yang masuk dalam rentang penanganan sejak 2021 sampai 2027. Ia menambahkan, sampai dengan 2026 timnya sudah menuntaskan penanganan di 323 lokasi guna menekan potensi genangan air.

Dengan capaian tersebut, sebagian besar titik rawan banjir di Surabaya disebut sudah tertangani dalam lima tahun terakhir, yakni sejak 2021 hingga 2026. Sisa lokasi banjir yang belum tertangani rencananya akan digarap pada tahun mendatang.

“Tahun 2027 kami menargetkan mengerjakan penanganan sekitar 100 titik banjir sisanya.”

— Hidayat Syah, Kepala DSDABM Kota Surabaya

Anggaran Ratusan Miliar Rupiah

Untuk menuntaskan proyek pengendalian banjir tahun ini, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Khusus untuk pengerjaan gorong-gorong, total anggarannya mencapai hampir Rp700 miliar.

Sementara itu, alokasi anggaran untuk tahun depan masih dalam tahap pembahasan melalui mekanisme APBD. Hidayat belum merinci besaran anggaran yang diusulkan untuk kelanjutan penanganan 100 titik banjir yang masih tersisa pada 2027.

“Gorong-gorong hampir Rp 700 sekian miliar, total. Tahun depan masih pembahasan nanti di APBD.”

— Hidayat Syah, Kepala DSDABM Kota Surabaya