Harga sejumlah bahan pokok di Surabaya bergerak variatif pada Senin, 28 September 2026, terutama pada kelompok bawang dan cabai. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga bawang merah dan bawang putih sama-sama naik tipis, sementara harga cabai bergerak beragam antara naik dan turun dibanding hari sebelumnya.

Bawang merah dan bawang putih kompak naik

Data Siskaperbapo yang diperbarui sehari sebelumnya mencatat harga bawang merah berada di angka Rp26.575 per kilogram, naik Rp362 atau 1,38 persen. Bawang putih tercatat Rp29.300 per kilogram, bertambah Rp394 atau 1,36 persen dari hari sebelumnya.

Sebagai pembanding, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga bawang merah ukuran sedang di pasar tradisional Jawa Timur berada di level Rp25.000 per kilogram pada pukul 09.00 WIB, Senin (28/9/2026). Bawang putih ukuran sedang tercatat Rp27.750 per kilogram menurut data yang sama.

Cabai jadi sorotan, angka dari dua sumber berbeda

Kelompok cabai menjadi perhatian karena arah pergerakannya berlawanan antar jenis. Menurut Siskaperbapo, cabai merah keriting naik Rp1.038 atau 2,66 persen menjadi Rp40.048 per kilogram, sedangkan cabai merah besar berada di Rp27.362 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit merah justru turun Rp1.351 atau 2,10 persen menjadi Rp62.982 per kilogram.

Data PIHPS Nasional mencatat angka yang berbeda untuk komoditas serupa. Cabai rawit merah di pasar tradisional Jatim tercatat lebih tinggi, yakni Rp70.000 per kilogram. Cabai merah keriting versi PIHPS berada di Rp42.700 per kilogram, cabai merah besar Rp27.250 per kilogram, sementara cabai rawit hijau tercatat Rp38.000 per kilogram.

Kebutuhan pokok lain juga bergerak

Selain bumbu dapur, sejumlah komoditas pokok lain juga mengalami kenaikan. Beras premium naik Rp47 atau 0,31 persen menjadi Rp15.164 per kilogram, sedangkan beras medium naik Rp96 atau 0,73 persen menjadi Rp13.121 per kilogram, menurut data Siskaperbapo.

Minyak goreng curah naik Rp290 atau 1,42 persen menjadi Rp20.771 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium bertambah Rp271 atau 1,23 persen menjadi Rp22.343 per liter, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp157 atau 0,84 persen menjadi Rp18.983 per liter, sementara Minyakita naik Rp18 atau 0,11 persen menjadi Rp16.032 per liter.

Gula kristal putih tercatat Rp17.293 per kilogram. Di kelompok protein hewani, daging ayam ras berada di Rp39.139 per kilogram dan telur ayam ras Rp24.864 per kilogram. Sementara itu, daging ayam kampung turun Rp1.287 atau 1,85 persen dibanding hari sebelumnya.

Data PIHPS Nasional untuk beras mencatat beberapa jenis kualitas berbeda: beras kualitas bawah I Rp14.500 per kilogram, kualitas bawah II Rp13.500 per kilogram, kualitas medium I Rp15.400 per kilogram, kualitas medium II Rp14.700 per kilogram, kualitas super I Rp16.500 per kilogram, dan kualitas super II Rp15.500 per kilogram. Telur ayam ras segar versi PIHPS tercatat Rp25.000 per kilogram.

Baca jugaHarga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Surabaya Turun pada 25 September 2026

Harga di pasar Surabaya bisa berbeda

Perlu dicatat, data Siskaperbapo maupun PIHPS merupakan harga rata-rata tingkat Jawa Timur, sehingga harga aktual di masing-masing pasar Surabaya dapat berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi lokasi pasar, jenis barang, kualitas komoditas, pasokan, serta transaksi antara pedagang dan konsumen.

Untuk wilayah Surabaya, Perumda Pasar Surya menyediakan indeks harga bahan pokok berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar tradisional, antara lain Pasar Wonokromo, Bratang, Pabean, Pucang Anom, Keputran Utara, Genteng Baru, dan Tambahrejo. Warga yang ingin mengetahui harga riil di lapangan disarankan mengecek langsung ke pasar-pasar tersebut.