Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan memastikan seluruh biaya pengobatan seorang warga bernama Fathan ditanggung, sekaligus menjamin pendidikannya hingga lulus sekolah. Kabar itu mencuat lewat unggahan video di media sosial, seperti dilaporkan TribunJatim/Surya.co.id.

Bantuan biaya berobat dan sekolah untuk Fathan

Menurut Surya.co.id, keluarga Fathan sebelumnya dilanda kekhawatiran soal dua beban sekaligus, yakni biaya medis untuk pemulihan kesehatan dan biaya sekolah anak. Bagi keluarga berpenghasilan pas-pasan, memikirkan keduanya bersamaan disebut bukan perkara mudah.

Kekhawatiran itu disebut mereda setelah Kombes Luthfie turun tangan langsung. Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada kebutuhan sesaat, sebab komitmennya mencakup biaya pengobatan sampai pulih dan kelanjutan pendidikan Fathan sampai tamat.

Video yang beredar di media sosial itu mengabadikan momen pendampingan, sekaligus ungkapan syukur atas bantuan yang dinilai tepat sasaran.

Pernyataan pendamping keluarga

Kabar bantuan ini diketahui dari video di Instagram milik Ipda Purnomo, yang mendampingi Kapolrestabes dalam momen tersebut. Dalam video itu, Purnomo menceritakan kebingungan keluarga sebelumnya dan lega atas bantuan yang datang.

“Alhamdulillah, hari ini saya mendampingi Pak Kapolrestabes, Pak Kombes Lutfi. Kemarin sempat bingung terkait biaya sekolah dan pengobatan, hari ini Allah hadirkan sosok berhati baik. Biaya pengobatannya Mas Fathan ditanggung, dan sekolahnya dijamin sampai lulus. Semua sudah dicukupi”

— Ipda Purnomo, dikutip dari unggahan Instagram

Di akhir video, perwakilan keluarga dan pendamping menyampaikan doa serta ucapan terima kasih dalam bahasa Jawa, "matur nuwun", kepada Kapolrestabes. Mereka berharap kebaikan itu mendatangkan berkah bagi jajaran kepolisian.

“Mudah-mudahan semakin banyak polisi-polisi yang baik. Sehat selalu untuk bapak. Matur nuwun. Polisi bersama masyarakat”

— Ipda Purnomo, dikutip dari unggahan Instagram

Harapan dan latar belakang Kapolrestabes

Surya.co.id menilai langkah ini menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga kepekaan sosial terhadap kesulitan warga. Media itu menulis inisiatif tersebut diharapkan membuat Fathan bisa meraih cita-citanya tanpa bayang-bayang putus sekolah.

Selain itu, inisiatif semacam ini diharapkan menjadi pemantik kebaikan lain dan mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat di berbagai daerah, menurut laporan yang sama.

Dalam pemberitaannya, Surya.co.id juga menyebut Kombes Luthfie memiliki rekam jejak panjang di kepolisian, terutama di bidang reserse, sebelum menjabat Kapolrestabes Surabaya.

Sumber tidak merinci jenis penyakit yang diderita Fathan, nilai bantuan, maupun sekolah tempat ia belajar. Redaksi belum memperoleh keterangan tambahan dari pihak Polrestabes Surabaya maupun keluarga mengenai hal tersebut.