King's College London (KCL) Singhasari membuka dua program studi magister baru, yakni LLM Digital Law dan MSc Advanced Cyber Security. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut perkuliahan keduanya ditargetkan mulai September 2027. Kampus tersebut berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang.

Informasi ini dilaporkan Surya.co.id dan ANTARA. Khofifah menyatakan manfaat dua prodi itu tidak hanya ditujukan bagi Jawa Timur.

Alasan pembukaan prodi keamanan siber

Menurut Khofifah, dua prodi ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di tengah pesatnya transformasi digital. Ia menilai kebutuhan tenaga ahli keamanan siber kian mendesak, terlebih dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI).

Ia merujuk data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang disampaikan dalam acara tersebut. Sepanjang 2025 tercatat 5,5 miliar serangan siber di Indonesia. Pada 1 Januari hingga 15 April 2026, BSSN mencatat 1,42 miliar serangan.

Khofifah menekankan pentingnya melindungi data dan keamanan, baik di tingkat nasional, perbankan, maupun sektor swasta. Ia juga menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar keamanan siber biasa, melainkan keamanan siber tingkat lanjut.

Baca jugaMendikdasmen Abdul Mu'ti: Baru 25 Persen Sekolah di Indonesia Ajarkan Coding dan AI sebagai Mapel Pilihan

Kebutuhan ahli hukum digital dan sasaran lulusan

Khofifah berharap lulusan kedua prodi itu nantinya diserap lembaga-lembaga negara, antara lain Kejaksaan, Kepolisian, dan Imigrasi, serta kementerian terkait dan pemerintah daerah. Menurutnya, keahlian hukum digital juga makin penting seiring berkembangnya aset digital seperti Bitcoin, kripto, dan transaksi keuangan berbasis teknologi.

Ia menyebut Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan tengah menyiapkan tim dengan keahlian di bidang hukum digital. Menurut Khofifah, keahlian di bidang keamanan digital diperlukan untuk menjaga data strategis negara, mencakup sistem perbankan serta infrastruktur vital.

Tanggapan pihak KCL

University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL, Prof Simon Tenner, mengatakan gagasan membuka dua prodi itu lahir dari kolaborasi dengan Khofifah. Menurut dia, Khofifah sempat menjelaskan pentingnya peningkatan keterampilan masyarakat di bidang keamanan siber, lalu pihak kampus mulai memikirkan cara menjawab kebutuhan tersebut.

Simon menjelaskan, kurikulum di kedua prodi mengikuti yang dikembangkan King's College London. Pembelajaran memadukan teori dan praktik, agar lulusan memiliki pemahaman kuat tentang cara melindungi keamanan negara dari ancaman serangan siber.

Ia juga menyebut dukungan LPDP yang memungkinkan mahasiswa mengikuti program ini. Karena berjenjang magister, calon peserta wajib memiliki dasar keilmuan bidang komputer.

Perbedaan keterangan dan status peluncuran

Surya.co.id menulis pernyataan Khofifah disampaikan pada Sabtu (3/10/2026), sedangkan ANTARA menyebut hari Jumat. Surya.co.id menyebut perkuliahan ditargetkan mulai September 2027. ANTARA mengutip Khofifah bahwa kedua prodi baru menjalani soft launching untuk dibuka menyeluruh pada September 2027.