Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang berlangsung di Surabaya memberi manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha. Harapan itu ia sampaikan pada Sabtu, seperti dilaporkan ANTARA, dengan menyebut transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar sebagai hasil yang diharapkan.
Harapan Gubernur untuk FESyar Jawa 2026
“Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai,”
— Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur
Khofifah menegaskan bahwa kemeriahan acara bukan satu-satunya ukuran keberhasilan FESyar. Menurut dia, yang patut dilihat adalah apakah para pelaku usaha dan warga masih merasakan hasilnya ketika seluruh agenda festival sudah usai.
Ia juga menilai FESyar Jawa telah menarik perhatian pelaku usaha dari luar negeri. Karena itu, menurutnya, momentum tersebut harus diwujudkan dalam kerja sama dan kegiatan ekonomi yang menguntungkan Jawa Timur.
Ekosistem halal Jawa Timur dalam angka
Khofifah menyebut peluang keberlanjutan itu ditopang ekosistem halal Jawa Timur yang terus berkembang. Ia merinci, provinsi ini memiliki 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), 56 sentra dan kawasan halal, serta 804 destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Hingga Agustus 2026, tercatat 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur untuk sekitar 1,8 juta produk. Gubernur berharap capaian itu menambah kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk.
Sektor keuangan syariah ikut menguat
Selain sertifikasi halal, Khofifah menyinggung perkembangan keuangan syariah. Menurut dia, aset perbankan syariah di Jawa Timur tercatat Rp937,13 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp857,63 triliun.
DPK adalah simpanan yang dititipkan masyarakat dan dunia usaha kepada bank. Khofifah menyebut penguatan ekosistem halal berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah tersebut.
Meski begitu, gubernur mengingatkan bahwa besarnya aset bukan satu-satunya patokan. Ia menekankan pentingnya melihat sejauh mana manfaat dan kemaslahatan yang benar-benar dihasilkan ekonomi syariah.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,”
— Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur
Ukuran keberhasilan setelah festival usai
Pernyataan Khofifah di Surabaya itu menunjukkan bahwa ia menempatkan hasil festival pada kelanjutan transaksi, kemitraan, dan perluasan pasar setelah acara berakhir, bukan semata pada keramaian selama festival berlangsung.
Pesan tersebut ia sampaikan dengan latar angka-angka ekosistem halal dan keuangan syariah Jawa Timur yang ia paparkan dalam acara FESyar Jawa 2026 pada Sabtu.


