Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kali Rungkut di Surabaya belum mulai beroperasi hingga Selasa (6/10/2026). Pengurus menyebut gerai belum bisa dibuka karena barang yang akan dijual belum tersedia dan tahapan lanjutan dari pemerintah pusat belum jelas, seperti dilaporkan detikJatim.
Sarana siap, barang belum ada
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditargetkan beroperasi bertahap di Indonesia sejak 1 Oktober 2026. Menurut sumber, target itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Pemerintah menyebut operasionalnya tidak serentak dan menjadwalkan evaluasi tahap awal pada 7 Oktober 2026.
Di Kali Rungkut, persiapan sebenarnya sudah berjalan. Manajer koperasi bertugas sejak 1 Oktober dan telah berkoordinasi dengan aparatur kelurahan. Rak, alat pemadam api ringan (APAR), dan kendaraan operasional juga sudah tersedia.
Ketua KKMP Kali Rungkut, Muhammad Lutfi, mengatakan isi gerai belum ada. Menurut dia, pasokan utama barang berasal dari PT Agrinas Pangan Nusantara, tetapi ia belum tahu kapan barang akan didistribusikan.
“Alasannya kita masih menunggu dari pusat. Operasi Kelurahan Merah Putih ini masih menunggu tahapannya”
— Muhammad Lutfi, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Kali Rungkut
Akibatnya, pengurus tingkat kelurahan belum bisa memastikan kapan koperasi buka. Mekanisme dan jam operasional pun belum diketahui.
Warga menanti harga dan produk
Lutfi mengatakan warga cukup sering menanyakan jadwal pembukaan. Rasa penasaran itu, menurut dia, muncul setelah warga melihat berbagai informasi tentang Koperasi Merah Putih di media sosial. Pengurus mengaku kesulitan menjawab karena program ini berasal dari pemerintah pusat.
Salah satu warga Kali Rungkut, Saiful (55), mengaku ingin tahu barang yang dijual dan harganya, apakah lebih murah atau lebih mahal. Ia menyebut harga LPG 3 kg di toko sekitar saat ini Rp20.000, selain beras dan minyak, dan ingin melihat apakah koperasi bisa menjual di bawah harga itu.
Saiful juga menantikan produk UMKM lokal dan layanan simpan pinjam, termasuk prosedurnya. Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebelumnya menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6/2026), bahwa koperasi ini diharapkan menjual barang lebih murah dibanding harga pasar atau minimarket.
Harapan pengurus
Lutfi berharap KKMP Kali Rungkut dapat menjadi percontohan bagi koperasi lain di Surabaya. Ia meminta pemerintah pusat, Dinas Koperasi, dan Agrinas berkoordinasi agar pelaksanaan di tingkat kelurahan jelas dan sesuai kebutuhan warga.
“Ayo kita dipertemukan dengan pihak Agrinas, agar kita yang dibawah tidak bertabrakan dengan masyarakat”
— Muhammad Lutfi, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Kali Rungkut
Pertemuan itu, menurut Lutfi, diperlukan agar pengurus bisa memberi penjelasan ketika warga bertanya. Ia berharap koperasi kelak menyejahterakan masyarakat setelah berjalan. Sumber tidak memuat tanggapan dari pemerintah pusat, Dinas Koperasi, maupun Agrinas.



