Pebasket SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta), Magazha Farrel Pranaja, menutup tiga tahun berturut-turut tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship di DBL Arena Surabaya. Penutupan itu terjadi pada hari kedua kompetisi, ketika timnya kalah dari SMA Gloria 1 Surabaya, seperti dilaporkan Surya.co.id.
Smariduta kalah 20-58 di babak championship
Langkah Smariduta terhenti di babak championship. Lawannya, SMA Gloria 1 Surabaya, datang sebagai runner-up East Java-North. Skor akhir laga 20-58 untuk keunggulan Gloria 1.
Meski timnya kalah, Magazha, pemain kelas XII, tetap tampil impresif. Ia membukukan 10 poin dan 4 rebound selama 34 menit bermain. Laporan Surya.co.id yang menjadi rujukan tulisan ini berfokus pada perjalanan Magazha dan Smariduta, sehingga rincian tim lain di kompetisi tersebut tidak dimuat di sini.
Evaluasi pemain: pertahanan dan ketenangan menyerang
Magazha menyebut kekalahan itu justru memberinya bahan evaluasi. Menurut dia, tensi pertandingan membuatnya belajar soal ketenangan saat menjalankan strategi tim. Ia menilai keputusan yang terburu-buru saat menyerang menjadi salah satu faktor permainan Smariduta tidak berjalan optimal.
“Aku sadar banget kalau defense-ku hari ini kurang maksimal, offense-nya juga keburu-buru. Dari situ aku belajar kalau ke depannya kami harus lebih sabar,”
— Magazha Farrel Pranaja, pemain senior SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta)
Tiga musim bersama tim putra Smariduta
Selama tiga musim membela Smariduta, Magazha mengantarkan tim putra sekolahnya meraih predikat Champion di Honda DBL East Java-West tiga tahun berturut-turut. Dengan begitu, ia tiga kali menjadi bagian tim putra Smariduta di East Java Championship yang digelar di Surabaya.
“Aku senang banget karena bisa main di DBL Arena lagi. Jadi, aku 3 tahun berturut-turut jadi bagian putra Smariduta di DBL East Java Championship,”
— Magazha Farrel Pranaja, pemain senior SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta)
Magazha juga menyebut pencapaian itu hasil kerja keras seluruh elemen tim. Ia mengaku tak menyangka bisa berada di titik tersebut dan merasa bangga, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk seluruh anggota Smariduta.
Basket sebagai hobi
Menurut Surya.co.id, Magazha mulai mengenal basket sebagai kegiatan pengisi waktu luang pada masa pembatasan pandemi Covid-19, saat ia duduk di kelas VII SMP. Olahraga itu kemudian menjadi wadah pembentukan karakternya. Lewat basket, ia belajar teknik bertanding, disiplin, dan kerja sama tim.
Meski memiliki rekam jejak kuat di level SMA, Magazha menegaskan belum berniat menjadi atlet profesional. Ia masih memandang basket sebagai hobi. Bagi dia, tiga tahun tampil di DBL Arena Surabaya menjadi kenangan dan pelajaran hidup yang akan dibawa setelah lulus sekolah.


