Sebuah rumah toko (ruko) yang menjual velg dan ban di Jalan Dupak Rukun, Kota Surabaya, terbakar pada Rabu (30/9/2026) malam. Petugas pemadam menduga api berasal dari korsleting listrik, seperti dilaporkan Suara Surabaya.

Informasi itu disampaikan Mohammad Rossi, Komandan Pleton 3 Rayon 1 Pasar Turi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, yang ditemui di lokasi kejadian.

Kronologi penanganan api di Dupak Rukun

Menurut Rossi, laporan kebakaran masuk ke DPKP pada pukul 20.32 WIB. Regu pemadam kemudian tiba di lokasi pada pukul 20.37 WIB.

Api berhasil dipadamkan pukul 20.40 WIB. Setelah itu petugas melanjutkan proses pembasahan hingga pukul 21.13 WIB.

Rossi menggambarkan kondisi saat petugas datang.

“Saat petugas datang apinya membakar ban di dalam ruko bagian depan dekat pintu rolling door”

— Mohammad Rossi, Komandan Pleton 3 Rayon 1 Pasar Turi DPKP Kota Surabaya

Dengan kata lain, ketika regu pemadam tiba, api sedang membakar ban di bagian depan ruko, di dekat pintu rolling door.

Dari laporan masuk hingga api padam, penanganan tercatat berlangsung pukul 20.32 WIB sampai 20.40 WIB, sedangkan pembasahan berlanjut sampai pukul 21.13 WIB. Penanganan dilakukan oleh Rayon 1 Pasar Turi DPKP Kota Surabaya, tempat Rossi bertugas.

Seberapa luas bagian ruko yang terbakar

Seperti dilaporkan Suara Surabaya, api hanya membakar tumpukan ban bagian atas dan tidak sampai ke bagian bawah. Dalam laporan itu disebutkan, bagian bangunan yang terbakar sekitar 20 persen dari keseluruhan bangunan.

Suara Surabaya menggambarkan hal tersebut sebagai keberuntungan, sebab api tidak merembet ke tumpukan ban di bawahnya. Namun sumber tidak merinci jumlah ban atau velg yang rusak.

Dugaan korsleting listrik sebagai pemicu

Menurut laporan Suara Surabaya, dugaan korsleting listrik itu dikaitkan dengan kondisi ruko yang kosong saat kejadian. Laporan yang sama menyebut api ditemukan membakar tumpukan ban.

Rossi menyebut kemungkinan bila terjadi arus pendek, lelehan kabel menimpa tumpukan ban. Ia menggunakan kata "kemungkinan", sehingga keterangan itu masih berupa dugaan, bukan kesimpulan akhir.

“Kemungkinan kalau itu arus pendek, ada lelehan dari kabel menimpa tumpukan ban”

— Mohammad Rossi, Komandan Pleton 3 Rayon 1 Pasar Turi DPKP Kota Surabaya

Informasi yang belum tersedia

Sumber yang dirujuk tidak menyebutkan adanya korban, nilai kerugian, ataupun identitas pemilik ruko. Hasil pemeriksaan penyebab secara resmi juga belum diinformasikan.

Karena itu, kepastian penyebab kebakaran masih menunggu keterangan lanjutan dari pihak berwenang. Redaksi akan memperbarui berita ini bila ada informasi tambahan dari DPKP Kota Surabaya.

Personel yang dikerahkan

DPKP Kota Surabaya menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan empat unit tim rescue dari Rayon 1 Pasar Turi ke lokasi kejadian.