Sebanyak 315 kepala keluarga (KK) di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, menerima bantuan air bersih pada Rabu (30/9/2026). Penyaluran dilakukan di tengah kekeringan yang menurut warga sudah berlangsung hampir dua bulan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang akrab disapa Gus Yani, hadir langsung.
Peristiwa ini dilaporkan TribunJatim dan Surya.co.id. Menurut kedua media itu, bantuan disalurkan oleh pemerintah daerah bersama lembaga sosial untuk warga yang kesulitan air bersih.
Rincian bantuan air bersih untuk warga Desa Ganggang
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, bantuan ditujukan bagi warga yang kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.
BPBD Gresik mengirim dua tangki lewat dua ritase dengan kapasitas total 11.000 liter. Forum Zakat (FOZ) Gresik menambah lima tangki berkapasitas total 25.000 liter. Jika dijumlahkan, air yang disalurkan mencapai 36.000 liter dari tujuh tangki.
Satu sumber menuliskan angka 11.000 liter sebagai kapasitas total dua tangki BPBD, sedangkan sumber lain menyebutnya sebagai kapasitas masing-masing. Angka total 36.000 liter yang sama-sama disebut kedua sumber sesuai dengan kapasitas total 11.000 liter.
Bupati ikut membantu warga mengisi wadah
Penyaluran berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Gus Yani ikut membantu warga memasukkan air ke wadah dan jeriken yang sudah disiapkan. Warga terlihat antusias membawa beragam wadah untuk menampung air.
Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan, termasuk Forum Zakat, dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Balongpanggang. Menurut TribunJatim, ia juga menyatakan rasa syukur atas bantuan yang bisa disalurkan kepada masyarakat.
“Kita memberikan perhatian dan kepedulian terkait air bersih di Kecamatan Balongpanggang. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat buat masyarakat banyak. Sukses selalu Forum Zakat dan berkah,”
— Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik
Bantuan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari warga selama sumber air bersih di desa tersebut masih terbatas. Sang bupati sendiri berharap bantuan memberi manfaat bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Sumber air menipis, warga berharap solusi berkelanjutan
TribunJatim mencatat persediaan air warga Desa Ganggang kian menipis setelah kemarau panjang. Sejumlah sumber air yang masih ada disebut terasa asin dan kurang bersih sehingga tidak sepenuhnya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga mengaku mengalami kekeringan hampir dua bulan. Mereka berharap bantuan tidak berhenti sebagai bantuan sementara dan ada solusi air bersih yang berkelanjutan.
Kedua sumber tidak memuat keterangan tentang rencana jangka panjang pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan air di desa tersebut, maupun kapan penyaluran berikutnya dijadwalkan.



