DPRD Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas bagi sekitar 100 pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya, Jumat (25/9/2026). Para peserta mendapat edukasi berkendara dan helm baru, menurut laporan Surya, beritajatim.com, dan ANTARA; Surya juga menyebut mereka menerima sembako.

Menurut beritajatim.com, kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Perhubungan Nasional 2026. Penyelenggaranya adalah anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso bersama Dishub Provinsi Jawa Timur.

Helm baru dan sosialisasi tertib lalu lintas untuk pengemudi ojol

Dalam acara itu, para pengemudi menerima sosialisasi keselamatan berkendara dan tertib lalu lintas serta helm baru. Selain itu, seperti ditulis Surya, mereka juga menerima sembako.

Soal komposisi peserta, sumber-sumber berbeda penekanan. Surya menonjolkan pengemudi ojol perempuan dalam judulnya, sedangkan beritajatim.com dan ANTARA hanya menyebut peserta sebagai 100 pengemudi ojol tanpa merinci jumlah perempuannya. Ketiganya sama-sama mencatat Cahyo memberi perhatian khusus pada pengemudi perempuan.

Angka kecelakaan lalu lintas di Surabaya jadi latar kampanye

Surya melaporkan, menurut data yang disampaikan dalam kegiatan itu, Surabaya mencatat 1.839 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025. Angka tersebut menjadi dasar agar pengemudi ojol dan pengguna kendaraan lain makin disiplin dan mengutamakan keselamatan di jalan.

ANTARA menyebut pengemudi ojol termasuk kelompok dengan mobilitas tinggi di jalan raya. Karena itu, dukungan dan edukasi bagi mereka dinilai penting.

Cahyo: keselamatan butuh kolaborasi, perempuan penopang keluarga

Cahyo, yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim dan Ketua DPC Gerindra Surabaya, menyatakan keselamatan di jalan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia menegaskan perlunya kerja sama banyak pihak, termasuk pengemudi ojol sendiri.

“Dalam menjaga kondusivitas, keselamatan, dan kenyamanan di jalan, ini butuh kolaborasi semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan legislatif, tetapi juga butuh kerja sama dari masyarakat, dalam hal ini pengemudi ojek online”

— Cahyo Harjo Prakoso, Anggota DPRD Jawa Timur

Cahyo menilai perempuan yang bekerja sebagai pengemudi ojol tidak hanya mencari penghasilan. Menurut dia, mereka juga menopang ekonomi keluarga, mendidik anak, dan menjaga ketahanan keluarga.

“Maka kesempatan ini kami sangat mengapresiasi pelaku ojek online yang perempuan. Jaga keselamatan, jaga kesehatan”

— Cahyo Harjo Prakoso, Anggota DPRD Jawa Timur

Tanggapan Dishub Jatim

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim Ainur Rofiq mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut beritajatim.com, ia menyebut pengemudi ojol sebagai pejuang ekonomi jalanan yang berperan menopang keluarga.

Rofiq menjelaskan pembagian helm merupakan hasil kolaborasi DPRD Jatim dan Pemprov Jatim, bertepatan dengan momentum Hari Perhubungan Nasional yang menekankan keselamatan transportasi. Ia menyebut pengemudi ojol yang masuk kategori Angkutan Sewa Khusus (ASK) juga bagian dari ekosistem transportasi yang perlu mengedepankan keselamatan.

Ia berharap penerapan tertib lalu lintas oleh pengemudi bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Menurut ANTARA, Rofiq menekankan keselamatan pengendara roda dua maupun roda empat sama-sama harus dijadikan contoh.

Dukungan untuk pengemudi ojol akan berlanjut

Cahyo mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim atas bantuan bagi pengemudi ojol di Kota Surabaya. Ia memastikan DPRD Jatim bersama Pemprov dan Dishub Jatim akan terus mendukung pengemudi ojol agar selamat di jalan.

Selain aspek keselamatan kerja, Cahyo berharap dukungan itu turut mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi para pengemudi.