Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan mutasi, rotasi, dan promosi terhadap 85 pejabat eselon III dan IV Pemkot Surabaya. Pelantikan digelar di Balai Kota pada Jumat (2/10/2026), seperti dilaporkan Suara Surabaya.
Dari total tersebut, 13 orang merupakan pejabat eselon III dan 72 orang pejabat eselon IV. Perpindahan jabatan itu mencakup tiga bentuk sekaligus, yakni mutasi, rotasi, dan promosi.
Eri Cahyadi: Rotasi Jabatan Tanpa Titipan
Dalam sambutannya, Eri menyatakan perpindahan jabatan itu tidak berasal dari titipan pihak mana pun. Menurut dia, penempatan didasarkan pada penilaian pimpinan selevel di atas dan di bawah pejabat yang bersangkutan.
Eri juga mengingatkan para pejabat agar tidak menggantungkan nasib pada penilaian. Ia menyatakan akan mencopot pejabat yang, jika ia dengar, mengatakan naik jabatan karena orang tertentu dan menggantungkan nasib pada orang itu, bahkan pada hari itu juga.
“Ingat, tidak ada dipengaruhi oleh siapapun, dan tidak ada titipan siapapun. Kalau hari ini, ada yang mengatakan saya naik karena itu, saya naik karena ini. Dan nasib kalian gantungkan pada orang itu, dan ketika saya dengar. Maka akan saya copot kalian hari ini,”
— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya
Baca jugaEri Cahyadi Lantik 85 ASN Pemkot Surabaya, Tegaskan Rotasi Jabatan Tanpa Titipan
ASN Diminta Bertugas di Balai RW
Selain soal mutasi, Eri meminta aparatur sipil negara (ASN) perwakilan setiap dinas berkantor di balai RW. Tujuannya agar persoalan warga dapat dituntaskan di balai RW.
Eri menegaskan lurah, camat, kepala dinas, dan kepala bagian bertanggung jawab memastikan anak buah mereka hadir di balai RW. Ia meminta pemkot berubah dengan memindahkan pusat kerja ke tingkat RW.
Eri juga memberi arahan soal siapa yang sebaiknya ditugaskan. Pegawai yang dikirim ke balai RW, menurut dia, sebaiknya yang paling pandai di dinas masing-masing.
“Ketika ada tugas di balai RW tugaskan yang paling pandai di dinas masing-masing,”
— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya
Dampak bagi Warga dan Hal yang Belum Dijelaskan
Arahan ini dimaksudkan agar persoalan warga Surabaya dapat dituntaskan di balai RW, namun mekanismenya belum dijelaskan.
Dalam laporan Suara Surabaya, belum dirinci jadwal pelaksanaan, mekanisme kerja, maupun dinas mana yang mulai bertugas di balai RW. Sumber juga belum memuat daftar nama pejabat yang dilantik maupun jabatan baru yang mereka emban.
Dua hal menjadi sorotan dalam sambutan Eri pada pelantikan ini: penempatan pejabat yang menurutnya berdasarkan penilaian, bukan titipan, serta permintaan agar ASN dinas bertugas di balai RW.


