Sebanyak 85 aparatur sipil negara (ASN) dilantik dan dirotasi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (2/10/2026), ke jabatan Administrator dan Pengawas di Pemkot Surabaya. Eri menegaskan tidak ada jabatan titipan dalam rotasi itu, seperti dilaporkan detikJatim.

Rotasi lurah hingga kepala OPD

Perubahan jabatan itu meliputi lurah, camat, kepala bagian, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, inspektur, Sekwan, kepala OPD, Kepala Satpol PP, serta direktur rumah sakit umum daerah (RSUD).

Dalam sambutannya, Eri menyebut rotasi jabatan sebagai hal biasa yang bertujuan meningkatkan kinerja pemerintahan. Menurut dia, rotasi dihitung langsung oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), lalu dipadukan dengan evaluasi dari pimpinan. Ia menyebut perubahan dilakukan semata-mata agar pekerjaan berjalan sebaik mungkin.

“Jadi perubahan-perubahan ini tidak ada, diingat, tidak ada dipengaruhi oleh siapapun dan tidak ada titipan siapapun.”

— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

Ancaman copot bagi yang mengaku titipan

Eri menyatakan, bila ada pejabat yang mengaku naik jabatan karena pihak tertentu dan menggantungkan nasibnya kepada orang itu, ia akan mencopot pejabat tersebut pada hari yang sama setelah mendengarnya. Ia meminta pesan itu diingat para pejabat yang baru dilantik.

Baca jugaBKPSDM Surabaya: 58 ASN Pemkot Disanksi Disiplin Sejak Januari, Termasuk karena Pungli dan Bolos

Eri juga menjelaskan bahwa pemimpin harus mampu berkoordinasi dengan atasan, bersinergi dengan rekan sejawat, dan mengayomi bawahan. Pemimpin, kata dia, bertanggung jawab melindungi anak buah jika kesalahan timbul akibat arahan pimpinan. Namun, bila bawahan tidak menjalankan tugas meski sudah diberi arahan dan pembinaan, kesalahan itu menjadi tanggung jawab individu.

Masalah di Balai RW selesai hari itu juga

Eri menekankan pemerintah harus hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya berpegang pada teori atau aturan tertulis. Ia meminta setiap permasalahan yang masuk di Balai RW dapat ditangani dan diselesaikan pada hari yang sama.

“Pemerintah sejatinya hadir di tengah-tengah masyarakat, pemerintah sejatinya hadir di akar rumput di masyarakat”

— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

Tanggung jawab atas setiap rupiah

Eri mengingatkan bahwa setiap pekerjaan membawa tanggung jawab, termasuk dalam penggunaan uang yang diterima pejabat, yang menurut dia merupakan hak rakyat dan harus dipertanggungjawabkan.

“Ingat, setiap pekerjaan ada tanggung jawabnya, setiap rupiah yang kalian dapatkan, itu adalah hak rakyat yang harus kita pertanggung jawabkan”

— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

Menurut Eri, para pejabat mesti siap memikul tanggung jawab dan risiko dari jabatan yang diemban. Ia mengingatkan agar tidak ada yang hanya menginginkan jabatan tetapi menghindari risikonya, dan meminta sikap seperti itu dihilangkan.