Guru SMP Nation Star Academy Surabaya, Mahendra Surya, meraih Mentari Changemaker Awards dalam ajang Mentari National Awards for Educators (MNAE) 2026. Penghargaan itu diberikan atas inovasi pembelajaran IPA lewat proyek pembuatan bioplastik, seperti dilaporkan Surya.co.id, Senin (28/9/2026).

Mahendra menjadi satu dari 20 pendidik penerima MNAE 2026. Jumlah pendaftar seluruhnya 770 orang, berasal dari 228 kota/kabupaten dan 679 sekolah di berbagai penjuru Indonesia.

Inovasi pembelajaran IPA berbasis proyek bioplastik

Mahendra menerapkan pembelajaran IPA berbasis project-based learning (PjBL). Siswa membuat bioplastik dari material biodegradable, dengan tema "Creating Eco-Conscious Learners through Sustainable Science".

Lewat pendekatan itu, siswa tidak hanya diarahkan memahami konsep. Mereka juga didorong mengaitkan materi pelajaran dengan persoalan di lingkungan sekitar.

Landasan pemikirannya sebagai guru IPA disampaikan Mahendra, Senin (28/9/2026).

“Sebagai guru IPA, saya percaya bahwa pembelajaran sains seharusnya tidak hanya berfokus pada menghafal konsep. Siswa perlu mengalami pembelajaran sains secara bermakna dan menerapkan pengetahuan ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata,”

— Mahendra Surya, guru IPA SMP Nation Star Academy Surabaya

Baca jugaKali Mrutu Surabaya: Emak-Emak Gerakkan Bank Sampah, 56 Ton Sampah Terkumpul Juni–Agustus 2026

Tanggapan penyelenggara dan penilai

Executive Director Mentari Group, Natalina Rimba, memberi apresiasi kepada semua penerima. Ia berharap penghargaan ini memacu para pendidik untuk terus berinovasi dan berbagi praktik baik agar manfaatnya menjangkau dunia pendidikan lebih luas.

Andri Nurcahyani, Kapokja Dikdasmen BAN PDM 2023–2026, berpendapat bahwa praktik baik perlu dihargai. Dengan begitu, pengalaman guru dari berbagai daerah bisa menjadi bahan belajar bagi lebih banyak orang. Ia menyampaikannya dalam konferensi pers MNAE 2026 di Jakarta.

“Guru dan kepala sekolah di berbagai daerah memiliki cara dan pendekatan yang beragam dalam menjawab tantangan pendidikan di lingkungan masing-masing.”

— Andri Nurcahyani, Kapokja Dikdasmen BAN PDM 2023–2026

Menurut Andri, praktik-praktik semacam itu penting dikenali dan dihargai karena memperlihatkan upaya nyata pendidik meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah.

Kategori penghargaan MNAE 2026

Mentari Group menggelar MNAE 2026 untuk menghargai kepala sekolah dan guru yang berdedikasi serta berkontribusi lewat praktik baik. Penerima terbagi dalam tiga kategori: 10 Mentari Changemaker Awards, 5 Mentari Leadership Awards, dan 5 Mentari Educreator Awards.

Selain Mahendra dari Surabaya, penerima Mentari Leadership Awards berasal dari Labuan Bajo, yakni Meildy Louisa Kese. Penerima Mentari Educreator Awards berasal dari Kutai Barat, yakni Desi Susanti.

Dalam foto dokumentasi yang dimuat Surya.co.id, para penerima tersebut berdiri bersama Head of Marketing Communication Mentari Group, Bunga Mega, dan Andri Nurcahyani.

Ajang ini disebut sebagai bagian dari komitmen Mentari Group pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Upayanya adalah menguatkan peran pendidik agar ekosistem pendidikan sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah.