Antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dilaporkan masih terjadi pada Senin (28/9/2026) pagi. Seperti dilaporkan Suara Surabaya, antrean itu mencapai panjang 14 kilometer dan didominasi truk, dipicu oleh lonjakan jumlah kendaraan serta adanya pengerjaan di dermaga dua pelabuhan tersebut.
Apa yang terjadi di lapangan
Sampai Senin pagi, sejumlah personel kepolisian tetap disiagakan di titik-titik antrean guna membantu memecah kepadatan kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang. Kondisi itu membuat arus lalu lintas dari kedua arah, baik menuju maupun meninggalkan pelabuhan, sama-sama tersendat.
“Pagi ini antrean 14 kilometer arah Ketapang. Penyebabnya peningkatan volume dan juga pengerjaan di dermaga dua. Dominasi truk, jadi dua arah sama-sama terhambat.”
— Ipda Rudi Wicahyono, Kanit Turjawali Satlantas Polresta Banyuwangi
Rudi menyampaikan hal itu saat dihubungi Radio Suara Surabaya pada Senin pagi. Menurutnya, mayoritas kendaraan yang terjebak dalam antrean adalah truk, sehingga memperlambat pergerakan di kedua ruas jalan menuju dan dari pelabuhan.
Dua faktor penyebab kepadatan
Berdasarkan penjelasan Rudi, ada dua hal yang membuat antrean menuju Pelabuhan Ketapang membengkak hingga 14 kilometer pada Senin pagi. Pertama, jumlah kendaraan yang melintas ke pelabuhan meningkat dari hari-hari biasa. Kedua, ada pengerjaan yang sedang berlangsung di dermaga dua pelabuhan tersebut.
Kombinasi kedua faktor itulah yang menurut Rudi membuat kedua arah lalu lintas, baik yang menuju maupun yang keluar dari kawasan Pelabuhan Ketapang, sama-sama terhambat sejak pagi.
Kemacetan sudah berlangsung sejak sehari sebelumnya
Keluhan soal kepadatan di jalur menuju dan keluar Pelabuhan Ketapang itu sebetulnya sudah muncul dari beberapa pendengar Radio Suara Surabaya pada Minggu (27/9/2026). Dengan kata lain, situasi macet ini telah berlangsung setidaknya dua hari beruntun sampai Senin pagi.
Laporan-laporan dari pendengar pada Minggu itu menjadi indikasi awal bahwa antrean di kawasan pelabuhan sudah mulai memanjang sebelum kondisinya semakin parah pada Senin pagi, saat panjang antrean tercatat mencapai 14 kilometer.
Penanganan petugas di lokasi
Satlantas Polresta Banyuwangi menerjunkan anggotanya ke lapangan agar antrean kendaraan yang mengarah ke pelabuhan bisa lebih cepat bergerak. Penjagaan itu masih berlanjut hingga Senin pagi di sejumlah titik yang rawan penumpukan kendaraan.
Dalam penjelasannya kepada Radio Suara Surabaya, Rudi tidak menyebutkan perkiraan waktu kapan antrean di kedua arah tersebut akan kembali normal. Ia hanya memastikan bahwa petugas masih di lokasi untuk membantu mengurai kepadatan yang terjadi.

