Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri turun langsung menangani keluarga Ibu Tomo, warga Pakal Timur Baru, Kelurahan Pakal, Surabaya, yang tinggal di rumah penuh timbunan sampah. Ia mendatangi rumah itu setelah menggelar reses pada Kamis (1/10/2026), seperti dilaporkan Surya.co.id dan TribunJatim.
Laporan Ketua RW saat reses di Pakal
Menurut TribunJatim, reses itu digelar di Pakal Timur RT 04 RW 02. Dalam pertemuan dengan warga tersebut, Ketua RW setempat menyampaikan bahwa ada satu keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Ibu Tomo disebut mengalami gangguan kejiwaan dan punya kebiasaan menimbun sampah di dalam rumah. Sampah itu bahkan dipakai untuk memasak, dan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama.
Suami Ibu Tomo tidak bekerja. Kebutuhan ekonomi keluarga praktis hanya bertumpu pada anak mereka yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.
Kunjungan ke rumah dan bantuan awal
Setelah mendengar laporan itu, Syaifuddin Zuhri, yang akrab disapa Kaji Ipuk, langsung menuju kediaman keluarga tersebut. Ia datang bersama istrinya, Umik Herlina, dan menyerahkan bantuan awal. Syaifuddin merupakan pimpinan DPRD dari Fraksi PDIP.
Kepada Surya.co.id pada Senin (5/10/2026), ia menggambarkan kondisi rumah yang ia lihat sendiri di lokasi.
“Saya ke lokasi rumahnya langsung. Sangat tidak layak. Rumahnya bau sampai saya harus pakai masker. Kondisi begini mestinya harus diketahui sejak dini. Ini sudah menumpuk sampahnya,”
— Syaifuddin Zuhri, Ketua DPRD Kota Surabaya
Rumah masuk Dandan Omah, Ibu Tomo ke Liponsos
Syaifuddin kemudian memasukkan rumah Ibu Tomo ke program Dandan Omah, yakni program bedah rumah. Ibu Tomo sempat menolak saat program itu ditawarkan, tetapi akhirnya menerima setelah diberi pengertian.
Agar penanganan Ibu Tomo berjalan bersamaan dengan proses renovasi rumah, Syaifuddin berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Surabaya. Ibu Tomo lalu dievakuasi ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk mendapat penanganan dan perawatan lebih lanjut.
Menurut TribunJatim, langkah evakuasi itu diambil agar Ibu Tomo memperoleh perawatan kejiwaan yang layak.
Rangkuman kondisi keluarga
Berdasarkan laporan kedua media, kebiasaan menimbun sampah di rumah itu sudah berlangsung lama dan disampaikan Ketua RW kepada Syaifuddin dalam reses. Dalam pernyataannya, Syaifuddin menyebut kondisi seperti ini semestinya diketahui sejak dini, karena sampah di rumah tersebut sudah menumpuk.
Di sisi ekonomi, hanya anak Ibu Tomo yang bekerja sebagai pengemudi ojek online yang menopang kebutuhan keluarga, sementara sang suami tidak bekerja.
Sumber yang dirujuk belum memuat jadwal pengerjaan bedah rumah maupun lama perawatan Ibu Tomo di Liponsos.



