Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur memusatkan pelaksanaan salat istisqa' di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Jumat, 25 September 2026. Ibadah memohon hujan itu digelar di tengah kemarau panjang yang, menurut DMI Jatim, melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur, seperti dilaporkan detikJatim.
Jadwal salat istisqa' di Masjid Al Akbar Surabaya
Ketua DMI Jatim Sudjak menyampaikan rencana itu kepada detikJatim, Rabu (23/9/2026). Ia menyebut Masjid Nasional Al Akbar Surabaya akan menyelenggarakan salat istisqa' pada Jumat 25 September 2026.
Menurut Sudjak, salat dilaksanakan setelah salat Jumat dan bertempat di ruang utama masjid. Dengan jadwal tersebut, rangkaian ibadah di Al Akbar dimulai dari salat Jumat, lalu dilanjutkan salat istisqa'.
Menurut Sudjak, imam salat istisqa' adalah KH Abdul Hamid Abdulloh dan khotibnya Prof Dr KH Moh Ali Aziz.
Imbauan DMI Jatim untuk 38 kabupaten/kota
Selain memusatkan kegiatan di Surabaya, DMI Jatim telah resmi mengeluarkan imbauan agar salat istisqa' digelar di daerah lain. Imbauan itu ditujukan kepada DMI di 38 kabupaten/kota se-Jatim, sekaligus kepada pimpinan cabang takmir masjid di seluruh provinsi.
Salat istisqa' direncanakan berlangsung serentak pada Jumat 25 September, baik sebelum maupun sesudah salat Jumat. Masing-masing penyelenggara dapat melaksanakannya di dalam masjid atau di halaman masjid.
Sudjak juga memberi arahan bagi masjid yang memilih waktu sesudah salat Jumat. Khotbah sebaiknya tidak terlalu panjang dan lebih menekankan istigfar, yakni permohonan ampun kepada Tuhan.
“Jika dilaksanakan setelah salat Jumat, hendaknya dengan khotbah singkat dan fokus istighfar, hamdalah, ajakan taqwa, taubat dan berdoa Istisqa'”
— Sudjak, Ketua DMI Jawa Timur
Kemarau panjang dan kekeringan di Jatim
Salat istisqa' merupakan salat sunah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan. Sudjak mengaitkan imbauan DMI Jatim dengan kondisi cuaca terkini di provinsi ini.
Ia berharap salat istisqa' menjadi ikhtiar agar hujan turun di wilayah Jatim yang, menurut pernyataannya, kini dilanda kekeringan di 24 kabupaten/kota.
“Imbauan salat istisqa' ini menyikapi kondisi cuaca dan fenomena kemarau panjang yang saat ini melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur”
— Sudjak, Ketua DMI Jawa Timur
Yang belum dirinci dalam keterangan DMI Jatim
Dalam keterangan yang dikutip detikJatim, belum dirinci apakah kegiatan di Masjid Nasional Al Akbar terbuka bagi jemaah umum atau berapa jumlah peserta yang diperkirakan hadir. Waktu persis dimulainya salat istisqa' juga belum disebutkan, selain bahwa kegiatan dilakukan setelah salat Jumat.
Pelaksanaan di Surabaya tetap menjadi pusat kegiatan yang dikoordinasikan DMI Jatim pada Jumat mendatang, sementara masjid-masjid di kabupaten/kota lain diminta menggelar salat serupa secara serentak di tempat masing-masing. Keterangan teknis lain mengenai pelaksanaan di Al Akbar belum disampaikan.

