Sejumlah nelayan di Kampung Nambangan, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, tidak melaut pekan ini. Penyebabnya cuaca buruk di perairan Jawa Timur, yang berdampak pada penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti dilaporkan detikJatim.
Angin kencang dan gelombang membuat perahu kemasukan air
Salah satu nelayan, Muhammad Ahsan (33), mengatakan mayoritas nelayan di kampung tersebut kini absen melaut. Angin yang kencang dan gelombang yang mulai tinggi membuat perahu mereka mudah kemasukan air.
Menurut Ahsan, kondisi itu membuat pekerjaan di laut lebih berisiko. Ia menyebut harus terus menguras air ketika berada di tengah perairan. Keterangan itu disampaikannya pada 24 September 2026.
Ahsan menjelaskan, perahu nelayan Nambangan berukuran kecil karena beroperasi di selat, bukan di laut lepas. Para nelayan biasanya melaut sendirian tanpa awak tambahan.
Malam jaga perahu, pagi menganggur
Ahsan mengaku sudah dua hari tidak pergi ke laut, sama seperti kebanyakan nelayan lain di kampungnya. Dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar nelayan Nambangan hanya menjaga perahu pada malam hari agar tidak tenggelam karena air yang masuk.
“Kalau malam kita jaga agar perahu tidak saling tabrakan, sambil menguras air yang masuk perahu. Paginya kita nganggur”
— Muhammad Ahsan, nelayan Kampung Nambangan, Kedung Cowek, Surabaya
Menurut penuturan Ahsan, kegiatan berjaga di malam hari itu dilakukan sebagian besar nelayan Nambangan selama beberapa hari terakhir, ketika angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan sekitar.
Dampak ke penghasilan dan kebutuhan keluarga
Ahsan memperkirakan cuaca buruk masih akan berlanjut beberapa hari ke depan. Menurut laporan detikJatim, kondisi cuaca ini berpengaruh pada penghasilan nelayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebagai kepala keluarga, Ahsan mengaku harus berhemat uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Alasannya, ia hanya menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan.
Tak berharap bantuan, tetap siap berangkat bila terdesak
Dalam situasi ini, Ahsan tidak berharap mendapat bantuan lebih dari pemerintah. Menurut dia, setiap pekerjaan memiliki risiko, terutama bagi mereka yang berhadapan langsung dengan alam.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan lain selain melaut. Bila keadaan sudah sangat mendesak, ia menyatakan tetap akan berangkat demi keluarganya.
“Pekerjaan sudah tidak ada lagi selain ke laut, kalau sudah kepepet, saya pasti berangkat demi keluarga”
— Muhammad Ahsan, nelayan Kampung Nambangan, Kedung Cowek, Surabaya
Dalam laporan detikJatim tersebut tidak disebutkan keterangan resmi dari instansi terkait mengenai kondisi cuaca maupun langkah bagi para nelayan. Keterangan dalam berita ini berasal dari penuturan Ahsan sebagai salah satu nelayan setempat.


