Badan Semi Otonom (Basnom) Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur menggelar The Padelpreneur Cup 2026 di Platinum Padel, Golden City Mall, Surabaya, sejak Jumat (25/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026). Turnamen olahraga padel ini dirancang sebagai ruang bagi perempuan untuk membangun jejaring dan peluang usaha.

Mengusung tema “Business Beyond The Court”, kegiatan ini mempertemukan komunitas olahraga, wirausahawan, pelaku UMKM, dan perempuan dari berbagai latar belakang, seperti dilaporkan TribunJatim, beritajatim.com, dan Jawa Pos.

Turnamen padel dengan ratusan peserta

Menurut TribunJatim dan beritajatim.com, sebanyak 413 tim ambil bagian dalam kejuaraan ini. Jawa Pos memberi angka berbeda, yakni lebih dari 200 pasang pemain, tanpa merinci selisihnya.

Jawa Pos melaporkan para peserta bertanding di sembilan kategori, antara lain Rookie, Beginner, Low Bronze, High Bronze, KU12, KU14, dan Couplepreneur. Peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari kota dan kabupaten lain di Jawa Timur, termasuk sejumlah pengusaha anggota Womenpreneur HIPMI Jatim.

Bisnis talk, workshop, dan jejaring usaha

Ketua Panitia Pelaksana, dr. Irmadita, menyatakan panitia ingin memadukan olahraga padel yang sedang tren dengan kewirausahaan. Selain pertandingan, tersedia bisnis talk dari sejumlah pengusaha, workshop, analisis warna personal, sesi berbagi, dan networking.

“Melalui olahraga padel, kami tidak hanya ingin menciptakan kompetisi yang sehat, tetapi juga membuka ruang untuk bertemu, membangun jejaring, bertukar ide, serta menciptakan berbagai peluang bisnis dan kolaborasi”

— dr. Irmadita, Ketua Panitia Pelaksana The Padelpreneur Cup 2026

Panitia juga menggandeng sejumlah tenant makanan-minuman dan UMKM. Pengunjung yang mengumpulkan lima stempel dari pembelian produk tenant berkesempatan mendapat doorprize, menurut beritajatim.com.

Irmadita menilai olahraga bukan hanya kewajiban menjaga kesehatan, melainkan juga gaya hidup. Ia menyebut perempuan memiliki banyak peran, dari bekerja, berusaha, hingga mengurus keluarga, sehingga perlu ruang untuk berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Tanggapan pembina Womenpreneur HIPMI Jatim

Pembina Basnom Womenpreneur BPD HIPMI Jatim, Arumi Bachsin, yang disebut beritajatim.com sebagai istri Wakil Gubernur Jawa Timur, menilai kejuaraan ini menunjukkan perempuan punya peluang besar dalam menata perekonomian daerah.

“Kadang banyak tantangan yang dihadapi perempuan berbeda, tetapi di satu sisi banyak pula peluang yang ditangkap, terutama di bidang makanan, minuman, dan fesyen, di mana banyak pengusaha perempuan yang justru lebih unggul”

— Arumi Bachsin, Pembina Basnom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur

Arumi menambahkan, program yang santai dan menyenangkan membuat ilmu kewirausahaan lebih mudah diterima. Menurutnya, para pengusaha perlu saling berkolaborasi agar memberi kontribusi bagi usaha masing-masing dan perekonomian secara umum.

Aksi sosial untuk penyintas KDRT

Rangkaian acara turut diisi penyaluran donasi Womenpreneur BPD HIPMI Jatim bagi perempuan penyintas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Bantuan tersebut berupa pendampingan psikologis dan pelatihan kerja.

Irmadita mengatakan kegiatan tanggung jawab sosial ini dijalankan bersama JCI East Java. Ia menyebut bisnis dan komunitas semestinya memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Sejak pagi, TribunJatim melaporkan suasana di lapangan berlangsung kompetitif sekaligus santai. Peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga bertemu dan membangun relasi baru.