Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan 21 bangunan liar dan lapak yang menutupi saluran air di Jalan Ngagel Nginden Gang Bengkok, kawasan Bratang, Rabu, 23 September 2026. Langkah ini diambil untuk menekan genangan dan banjir di sekitar lokasi, menurut laporan ANTARA Jatim, Memorandum, dan Harian Bhirawa.

Penertiban bangunan liar di belakang Pasar Bratang

Memorandum melaporkan, deretan bangunan itu berada tepat di belakang Pasar Bratang. Harian Bhirawa menyebut sebagian di antaranya dipakai untuk warung makan, sedangkan sisanya untuk kios penjualan burung.

Pemkot bergerak setelah ada aduan warga yang masuk lewat Hotline Lapor Cak Eri. Petugas gabungan turun ke lokasi, dibantu Satpol PP Kota Surabaya. Beberapa pemilik lapak terlihat ikut merobohkan bangunannya sendiri dengan bantuan petugas.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Achmad Zaini, menegaskan eksekusi tidak dilakukan tiba-tiba. Pemilik bangunan lebih dulu menerima sosialisasi dan peringatan.

Sudah kami lakukan sosialisasi, kemudian peringatan pertama dan peringatan kedua. Setelah itu, kami lakukan penertiban

Achmad Zaini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Surabaya

Untuk pedagang makanan, Pemkot menyiapkan tempat berjualan pengganti. Mereka dianjurkan pindah ke sentra wisata kuliner yang letaknya dekat Kecamatan Gubeng. Zaini menyebut seluruh proses penertiban dipatok selesai dalam kisaran satu pekan.

Saluran tertimbun hampir 20 tahun dinormalisasi

Usai bangunan dirobohkan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya meneruskan pekerjaan normalisasi. Kepala Rayon Surabaya Selatan DSDABM, Bagus, mengatakan kegiatan itu berjalan sejak 20 September 2026.

Menurut Bagus, saluran lama yang berada di bawah bangunan tersebut sudah tertimbun selama hampir 20 tahun. Petugas membongkarnya kembali dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter dan lebar sekitar satu meter.

Sedimen hasil pengerukan sudah diangkut memakai sekitar tujuh truk jungkit, dan lima truk jungkit lain masih dalam pengangkutan. Bagus memperkirakan total endapan di saluran itu sekitar 48 meter kubik.

Harian Bhirawa melaporkan, pengerjaan mencakup bentang sekitar 150 meter pada sisi selatan lahan bekas bangunan. Lantai bekas warung yang menutupi saluran turut dibongkar.

Harapan agar banjir dan genangan berkurang

Zaini berharap normalisasi ini membuat air mengalir lebih lancar sehingga potensi banjir dan genangan di Bratang menurun. Ia juga mengaitkannya dengan geliat perdagangan di Pasar Bratang.

Mudah-mudahan dengan penertiban ini saluran yang ada di bawah bangunan ini akan lancar, kemudian tidak ada banjir, tidak ada genangan, dan pedagang yang ada di pasar kembali menggeliat, pembeli akan masuk ke pasar

Achmad Zaini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Surabaya

Target waktu dan rencana penutup saluran

Pemkot meminta waktu sekitar satu pekan agar saluran di bawah bangunan itu bersih, menurut Zaini.

Terpisah dari target tersebut, Bagus menyebut penutup saluran yang rusak akan diganti dengan beton pracetak atau precast, seperti dilaporkan Harian Bhirawa.