Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Surabaya mengerjakan pelebaran saluran dan pengerukan sedimen sungai untuk menangani genangan di kawasan Simo Pomahan dan Simo Kalangan. Keterangan itu disampaikan pejabat DSABM pada 1 Oktober 2026, seperti dilaporkan detikJatim.

Penanganan di kawasan tersebut tidak berhenti pada pengerukan endapan di sungai. DSABM juga memperlebar saluran pada sistem drainase lain agar aliran air terpecah ke beberapa jalur pembuangan.

Penanganan genangan di Simo dilakukan per sistem

Kepala Rayon Tandes Bidang Drainase DSABM Surabaya, Marvin Novinto, menjelaskan bahwa kawasan Simo memiliki sistem aliran yang saling berkaitan. Karena itu, pekerjaan disesuaikan dengan masing-masing sistem saluran.

“Jadi untuk penuntasan genangan, itu dijadikan kita by system, Di Simo ini kan ada sistem pintu air ke Greges sama ke Balongsari. Nah ini kedua sistem itu kita ada perlakuan.”

— Marvin Novinto, Kepala Rayon Tandes Bidang Drainase DSABM Surabaya

Menurut Marvin, ada dua sistem yang menjadi bagian dari penanganan drainase di kawasan itu. Satu sistem saat ini ditangani lewat pengerukan sedimentasi, sedangkan sistem lainnya mendapat pekerjaan pelebaran saluran.

Pelebaran diharapkan membuat aliran air yang selama ini terkonsentrasi di Simo Kalangan menjadi lebih terbagi. Air akan diarahkan ke beberapa jalur sehingga tidak bertumpu pada satu saluran. Tujuannya, kawasan Banyuurip dan Simo tidak lagi terkena banjir.

Sedimen belum dikeruk sejak sekitar 2013

Marvin menilai pengerukan penting dilakukan karena sedimen di sungai tersebut belum dikeruk sejak sekitar 2013. Ia menyebut endapan yang menumpuk sudah mencapai 2 meter.

Ia juga mengaitkan persoalan genangan dengan kondisi saluran di sekitar jalan raya. Ketika saluran di jalan belum mampu menampung aliran, air dari jalan dapat melimpas ke kawasan permukiman.

“Kalau jalan rayanya sudah aman, otomatis jadi kampung juga aman.”

— Marvin Novinto, Kepala Rayon Tandes Bidang Drainase DSABM Surabaya

Menurut Marvin, permukiman warga lebih dipengaruhi aliran sungai di dekat jalan raya. Karena itu, kondisi saluran di badan jalan ikut menentukan apakah kampung di sekitarnya aman dari genangan.

Dua tim bekerja dari dua arah

Di Simo Pomahan, pengerukan dilakukan hingga bagian dasar saluran dengan excavator mini. Pekerjaan dibagi ke dua tim dari dua arah agar lebih cepat selesai.

Satu tim memulai dari ujung dekat jembatan, sementara tim lainnya dari sisi dekat kawasan Kalangan. Masing-masing memakai excavator, dan keduanya akan bertemu di titik tengah.

Ke mana lumpur hasil kerukan dibawa

Material sedimen diangkat bertahap dari dasar saluran oleh excavator mini ke excavator lain di bagian atas, lalu dimuat ke bak truk. Truk milik DSABM kemudian membawa material itu ke tempat pembuangan di Osowilangon.

Marvin menambahkan, lumpur hasil kerukan biasanya dibuang ke Osowilangon atau diminta Dinas Lingkungan Hidup untuk dimanfaatkan sebagai pupuk taman. Dalam keterangan yang dimuat detikJatim, belum disebutkan target waktu penyelesaian pekerjaan di Simo.