Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Surabaya mempercepat pengerukan sedimen di saluran Simo Pomahan, yang juga disebut kawasan Simo Jawar. Pekerjaan ini ditargetkan selesai paling lambat akhir Oktober 2026, sebelum hujan turun dan menyulitkan kerja alat berat, seperti dilaporkan detikJatim.
Target selesai sebelum musim hujan
Kepala Rayon Tandes Bidang Drainase DSABM Surabaya, Marvin Novianto, mengatakan pengerjaan tidak hanya mengikuti jadwal proyek. Petugas juga harus menyesuaikan diri dengan cuaca karena hujan bisa menghentikan pengerukan.
Menurut Marvin, pekerjaan ini merupakan langkah antisipasi menjelang hujan. Alat berat membutuhkan kondisi yang memungkinkan agar sedimen dapat diangkat secara maksimal dari saluran yang sedang dikeruk.
“Kalau secara jadwal sendiri, di pelaksanaan kami, maksimal itu kita nanti sampai akhir Oktober sebelum musim hujan,”
— Marvin Novianto, Kepala Rayon Tandes Bidang Drainase DSABM Surabaya
Marvin menyampaikan hal itu pada 1 Oktober 2026. Ia menyebut pekerjaan di saluran tersebut dilakukan oleh satgas dengan alat berat milik sendiri, sehingga soal waktu pekerjaan, menurutnya, lebih berupa kejar-kejaran dengan hujan.
Sedimen menumpuk sejak sekitar 2011-2012
Pengerukan dilakukan di saluran yang bertahun-tahun belum dikeruk hingga ke dasar. Berdasarkan keterangan pekerja di lokasi, sedimen di dalam saluran diperkirakan menumpuk sejak sekitar 2011-2012.
Pekerja ekskavator mini, M Syaiful, mengatakan pengerukan dilakukan sampai dasar saluran. Sedimen yang bercampur lumpur membuat alat berat butuh pijakan untuk bergerak di dalam saluran.
“Perfektor sedimennya kan campur lumpur, jadi kalau dilewati excavator rawan ambles. Makanya dikasih rantingan ini supaya bisa buat jalan buat alasnya,”
— M Syaiful, pekerja excavator mini
Dengan cara itu, ekskavator berukuran kecil dapat masuk dan bergerak di dalam saluran yang dasarnya lunak. Ranting dipakai sebagai alas agar mesin tidak terperosok ke lumpur saat mengangkat endapan.
Pengerukan memperhatikan utilitas di sekitar saluran
Proses pengerukan juga memperhatikan utilitas yang melintas di sekitar saluran. Syaiful mengatakan pihaknya perlu mengetahui posisi kabel dan utilitas lain sebelum alat berat bekerja agar tidak merusaknya.
Menurut Syaiful, pengerukan sedimen kali umumnya rawan mengenai kabel optik dan pipa air. Namun di lokasi ini, katanya, tidak ada keduanya, kecuali kabel untuk lampu penyeberangan zebra cross di bagian atas.
Apa selanjutnya
Pengerukan masih berjalan dan target penyelesaiannya jatuh pada akhir Oktober 2026. Selama itu, kelancaran pekerjaan bergantung pada cuaca, sebab hujan dapat menghentikan kerja alat berat di dalam saluran.
Dari keterangan Marvin, DSABM berupaya menuntaskan pengangkatan sedimen lebih dulu sebelum musim hujan tiba. Pekerjaan dilakukan satgas dengan alat berat milik sendiri.

