Pembangunan Rumah Pompa Pulo Wonokromo di simpang tiga Jalan Ketintang, Surabaya, masih berjalan dan baru mencapai 15 persen. Konsultan lapangan proyek menargetkan pekerjaan rampung sekitar awal hingga minggu kedua Desember 2026, dengan upaya selesai pada November, sebagai antisipasi banjir saat musim hujan. Informasi itu disampaikan kepada detikJatim pada Jumat (2/10/2026).

Progres dan target penyelesaian rumah pompa

Menurut konsultan lapangan bernama Raka, proyek tersebut dimulai sejak awal September. Artinya, pengerjaan sudah berjalan hampir satu bulan dan kini baru menyentuh angka 15 persen.

Raka memperkirakan pembangunan selesai sekitar awal Desember, kemungkinan pada minggu kedua. Namun, pihaknya mengusahakan pekerjaan tuntas lebih cepat, yakni pada November, karena hujan bisa saja sudah turun pada bulan tersebut.

“Kalau targetnya itu kurang lebihnya itu sekitar awal Desember.”

— Raka, konsultan lapangan proyek Rumah Pompa Pulo Wonokromo

Menurut Raka, target itu dipasang agar rumah pompa sudah bisa dimanfaatkan sebelum musim hujan benar-benar datang. Tujuannya mencegah banjir di kawasan sekitar lokasi proyek.

Kendala batu pondasi di lokasi

Raka mengakui proyek sempat terhambat oleh sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya, pekerja menemukan batu pondasi di bawah tanah. Ekskavator tidak mampu mengerjakan batu tersebut, sehingga pekerja beralih memakai alat rotary.

Meski sempat tersendat, pelaksana proyek disebut terus berupaya menyelesaikan persoalan itu. Raka menyatakan pihaknya tidak ingin waktu penyelesaian ikut mundur akibat kendala tersebut.

Baca jugaDSABM Surabaya Lebarkan Saluran dan Keruk Sedimen Sungai untuk Atasi Genangan di Simo Pomahan dan Simo Kalangan

Tuntutan warga Wonokromo lewat spanduk

Di sekitar lokasi terpasang spanduk bertuliskan "Warga Wonokromo Menuntut!!! Percepat Pembangunan Rumah Pompa #Wonokromo Bebas Banjir". Spanduk itu menunjukkan harapan warga agar proyek segera selesai.

Menanggapi hal itu, Raka meminta warga bersabar dan menunggu. Ia menegaskan proyek ini dikerjakan demi kebaikan bersama, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Raka mengaku secara pribadi tidak mengetahui soal spanduk itu. Menurutnya, pemasangnya adalah warga sekitar, dan mereka kemungkinan memasangnya sendiri agar proyek cepat selesai dan persoalan banjir teratasi.

Harapan agar warga tenang saat hujan

Raka berharap proyek rumah pompa segera terselesaikan sehingga masyarakat tidak lagi khawatir banjir ketika musim hujan datang.

“Kalau harapannya, semua warga yang di daerah Ketintang, orang-orang lainnya bisa tenang.”

— Raka, konsultan lapangan proyek Rumah Pompa Pulo Wonokromo

Raka juga berharap warga bisa merasa tenang apabila hujan turun, tanpa perlu lagi memikirkan ancaman banjir di sekitar tempat tinggal mereka.

Dengan progres 15 persen dan target selesai antara November hingga awal Desember, pengerjaan di simpang tiga Jalan Ketintang itu masih membutuhkan waktu. Warga diminta menunggu, sementara pelaksana berupaya menuntaskan kendala agar waktu penyelesaian tidak mundur.

Bagi warga Surabaya yang tinggal dan beraktivitas di kawasan Ketintang dan Wonokromo, kemajuan proyek ini patut dipantau, sebab rumah pompa tersebut dimaksudkan untuk mencegah banjir pada musim hujan mendatang. Hingga naskah ini diturunkan, sumber yang tersedia belum memuat keterangan dari instansi pemerintah mengenai proyek tersebut.