Sebanyak 54 Bunda PAUD di Kota Surabaya, Jawa Timur, mendapat beasiswa S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini dijalankan Pemkot Surabaya bersama Baznas Kota Surabaya dan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), dan disampaikan pada Selasa (29/9/2026).
Lewat skema itu, guru PAUD yang belum bergelar sarjana dapat menyelesaikan S1 dalam dua tahun atau empat semester. Informasi ini dilaporkan Surya.co.id dan ANTARA Jatim.
Pengalaman mengajar dikonversi jadi SKS
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan, penerima beasiswa adalah guru PAUD yang belum berkualifikasi sarjana, tetapi sudah punya pengalaman mengajar yang memenuhi syarat RPL. Pengalaman minimal dua tahun dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) yang setara dengan empat semester masa studi.
“Pengalaman mengajar mereka dikonversi setara empat semester atau dua tahun. Jadi, mereka tidak perlu menempuh empat tahun untuk meraih gelar sarjana, melainkan cukup dua tahun saja karena pengalamannya sudah diakui dalam sistem RPL”
— Febrina Kusumawati, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Dengan skema ini, para penerima tidak harus mengikuti kuliah reguler selama empat tahun seperti mahasiswa pada umumnya. Bagi guru yang selama ini sudah mengajar, pengalaman di kelas menjadi bagian dari proses belajar yang diakui perguruan tinggi.
Anggaran dan kewajiban penerima
Febrina menyebut anggaran untuk program di Umsura dialokasikan sebesar Rp540 juta. Menurut dia, Baznas mendukung penuh pembiayaannya, sedangkan pemkot bertugas menyeleksi guru yang pengalamannya layak dikonversi menjadi dua tahun studi.
Pemkot dan Baznas Kota Surabaya menandatangani komitmen kerja sama dengan Umsura untuk program tersebut. Para penerima juga diwajibkan kembali mengajar di lembaga asal setelah menyelesaikan pendidikan.
Febrina menegaskan bahwa ketentuan itu sudah menjadi bagian dari komitmen awal yang disepakati. Ia tidak ingin penerima berpindah tempat mengajar setelah lulus dari program beasiswa ini.
Sebelumnya 151 guru di Unusa
Program serupa sebelumnya sudah dijalankan Pemkot dan Baznas Kota Surabaya bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Sebanyak 151 Bunda PAUD menjadi penerima beasiswa RPL di kampus itu, dengan anggaran sekitar Rp1,51 miliar. Besaran anggaran di dua kampus tersebut berbeda.
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menilai peningkatan kualifikasi guru mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun. Menurut dia, pendidikan satu tahun prasekolah berperan menyiapkan anak secara mental, psikologis, dan akademik sebelum masuk sekolah dasar.
Karena itu, kualitas pendidik PAUD dinilai perlu mendapat perhatian. Rini menyampaikan pendapatnya saat dikonfirmasi di Surabaya.
“Ini program yang sangat berdampak, pendidik itu kualitasnya juga meningkat sehingga sangat bermanfaat untuk para pendidik”
— Rini Indriyani, Bunda PAUD Kota Surabaya



