Seorang pemulung lansia di Surabaya, Sulis Setyowati (62), sekitar tiga tahun tidak menerima bantuan sosial (bansos) karena sempat tercatat di desil 7. Warga Kedungturi Gang 4, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, itu kini datanya diperbarui menjadi desil 1, seperti dilaporkan detikJatim.

Hidup dari memulung dan jahitan

Untuk makan sehari-hari dan membayar sewa kontrakan, Sulis memulung dengan sepeda tua yang ia modifikasi sendiri. Ia menyusuri gang-gang dari kawasan Kedungrukem hingga sekitar RKZ.

Ia memulung sekitar pukul 11.00–15.00 WIB, lalu kembali sekitar pukul 18.00–22.00 WIB. Sekali keliling, ia membawa sekitar 6 kilogram botol, kaleng, dan aluminium. Barang itu dipilah, lalu disetor ke pengepul di Kedungrukem.

Suaminya yang berusia 67 tahun bekerja sebagai buruh jahit tanpa penghasilan tetap. Pendapatannya bergantung pada ada tidaknya pesanan.

Baru tahu masuk desil 7

Sulis mengaku baru tahu dirinya tercatat desil 7 setelah melihat warga sekitar menerima bantuan, sedangkan ia tidak. Ia mengaku heran dengan penetapan itu.

“Lah orang saya gak punya kok masuk desil 7”

— Sulis Setyowati, warga Kedungdoro, Surabaya

Menurut Sulis, ia dulu pernah menerima bantuan. Namun bantuan berhenti sekitar tiga tahun terakhir, bertepatan dengan pergantian ketua RT. Ia tidak tahu pasti apakah penyebabnya karena tidak lagi terdata atau masalah lain dalam pendataan.

Ia juga mengetahui adanya BLT dan bantuan sembako, tetapi tidak menjadi penerima. Sulis sempat ingin menyampaikan kondisinya saat Wali Kota Eri Cahyadi hadir di lingkungan RW, namun merasa upaya itu percuma.

Baca jugaPemkot Surabaya Catat Perlinsos Digital Jangkau 1.004.298 KK, Verifikasi Data Penerima Bansos Diperkuat

Data dikoreksi lewat Muskel

Kasus Sulis kembali mendapat perhatian setelah ia diwawancarai media Project Arek pekan lalu. Ia menyebut data desilnya berubah dari desil 7 menjadi desil 1, dan pihak kelurahan mengaku mengetahui perubahan itu. Namun ia belum tahu apakah perubahan tersebut sudah tercatat di tingkat Pemkot Surabaya.

Setelah wawancara itu, Sulis menerima 30 kilogram beras dari kelurahan. Menurut dia, pemberi bantuan hanya menyampaikan bahwa bantuan akan diberikan lagi bila ada. Ia berharap bantuan tidak berhenti di situ.

Staf Kelurahan Kedungdoro sekaligus Penyelia Muskel RT 4 RW 8, Ismadi, membenarkan pendataan ulang terhadap Sulis lewat Musyawarah Kelurahan (Muskel). Ia menyebut langkah itu tindak lanjut kebijakan Eri Cahyadi bahwa penyaluran bansos tidak lagi berpatokan pada angka desil.

“Saya cek di data sekarang, memang Sulis saat ini berada pada desil 1 dan sangat layak mendapatkan bantuan”

— Ismadi, Penyelia Muskel RT 4 RW 8 Kelurahan Kedungdoro

Penentuan akhir di Kementerian Sosial

Menurut Ismadi, pendataan ulang lewat Muskel sudah rampung dan datanya telah diserahkan kota ke pemerintah pusat. Keputusan akhir ada di kementerian pusat. Dalam proses Muskel, katanya, masih banyak ditemukan warga dengan angka desil yang tidak sesuai kondisi hidupnya.

Eri Cahyadi sebelumnya menyoroti bahwa verifikasi cara lama kerap melewatkan warga miskin dan lansia sebatang kara, tetapi meloloskan warga mampu. Ismadi menambahkan, Muskel membuat warga yang sebelumnya tidak menerima bantuan akan dimasukkan sebagai penerima.