IR (22), perempuan asal Sememi, Surabaya, mengaku menusuk kekasihnya, MF (23), di sebuah toko bangunan di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Gresik, Sabtu (3/10/2026) dini hari. MF, anak Lurah Sumberejo, Surabaya, meninggal dunia. Pengakuan IR disampaikan Minggu (4/10/2026), seperti dilaporkan Liputan6.

Pengakuan tersangka soal kronologi penusukan

Menurut Liputan6, IR sudah berada di lokasi sejak Jumat siang dan menyebut penusukan terjadi pukul 02.00 WIB.

“Pas jam 2 pagi baru saya tusuk dia di lehernya”

— IR, tersangka pembunuhan

Serangan pertama disebut tidak langsung melumpuhkan korban. Dalam pengakuannya, IR sempat didorong hingga jatuh dan berada di bawah tubuh MF yang memukulinya. Ia lalu meraba-raba mencari pisau yang terlepas dan menyabetkannya ke arah tangan serta punggung korban agar bisa lepas.

Setelah korban tak bergerak, IR mengaku sempat mencoba mengakhiri hidupnya sendiri, tetapi gagal. Ia bertahan di dalam toko bangunan Al Inayah 3 bersama jasad korban selama beberapa jam.

Menghubungi 110 dan penanganan polisi

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman menyatakan IR menghubungi layanan darurat 110 sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut detikJatim, ia kemudian diamankan di polsek untuk diperiksa lebih lanjut di Polres Gresik.

Tim Inafis Satreskrim Polres Gresik tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB untuk olah tempat kejadian perkara. Polisi mengambil rekaman CCTV di depan toko, menyegel bangunan, dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.40 WIB. Dua bilah pisau diamankan sebagai barang bukti utama.

Baca jugaAnak Lurah Sumberejo Surabaya Tewas Dibacok Pacar di Menganti Gresik, Pelaku Mengaku Cemburu

Motif cemburu dan latar korban

Arif Rahman menyebut motif sementara diduga cemburu, karena pelaku mengaku mengetahui korban berselingkuh dengan perempuan lain. Kepada detikJatim, IR mengaku kesal karena hal itu berulang.

“Sudah sering saya pergoki. Tapi mengulangi terus, jadi saya kesal dan merencanakan ini”

— IR, tersangka pembunuhan

Salah satu paman korban, yang tidak bersedia disebut namanya, menyatakan keduanya berpacaran tetapi belum bertunangan dan tinggal satu desa. Menurut detikNews, korban adalah pemilik toko bangunan tersebut. Kapolsek menyebut lokasi kejadian berbatasan dengan Kecamatan Benowo, Surabaya.

Kaitan dengan warga Surabaya

Meski peristiwa terjadi di wilayah Gresik, kedua pihak berkaitan erat dengan Surabaya. Menurut detikJatim, IR merupakan warga Sememi, Benowo, sedangkan korban disebut sebagai anak Lurah Sumberejo, Surabaya. Toko bangunan yang menjadi lokasi kejadian berada di Jalan Beji PDAM, Desa Randupadangan.

Setelah pemeriksaan di lokasi selesai, keluarga korban berdatangan untuk melihat kondisi MF. Polisi memasang garis polisi di toko tersebut. Kapolsek Menganti menyatakan jajarannya telah mengecek lokasi dan berkoordinasi dengan unit identifikasi serta Kasat Reskrim.

Polisi masih mendalami keterangan tersangka untuk mengungkap kronologi dan pemicu peristiwa secara utuh.

Catatan: sumber berbeda dalam menyebut jenis serangan (ditusuk atau dibacok) dan waktu kejadian. Liputan6 mencatat pengakuan penusukan sekitar pukul 02.00 WIB, sedangkan sejumlah laporan lain menyebut pukul 08.30 WIB sebagai waktu laporan diterima polisi.