Seorang petugas tiket parkir gedung olahraga padel di Jalan Pregolan, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, mengalami luka tebas di tangan kanan. Penyerangan itu terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 22.17 WIB, dan terduga pelakunya adalah rekan kerja korban sendiri, seperti dilaporkan Surya.co.id.
Korban berinisial TS, warga Banyu Urip, mengalami luka robek yang membutuhkan tujuh jahitan. Terduga pelaku berinisial AR bekerja di profesi yang sama dengan korban, yakni sebagai petugas yang mengurus tiket parkir di lokasi tersebut.
Kronologi menurut Surya.co.id
Surya.co.id melaporkan bahwa hubungan kedua pekerja itu sudah memanas sekitar dua hari sebelum kejadian. Pemicunya diduga perbedaan pendapat tentang cara mencatat tiket kendaraan di lokasi parkir tersebut.
Korban disebut kerap memaki AR, baik secara langsung maupun lewat pesan di aplikasi perpesanan. Teman kerja korban berinisial DI, yang ditemui Surya.co.id di Jalan Pregolan pada Rabu (23/9/2026), menggambarkan situasi yang dihadapi AR.
“Mungkin sudah gelap pikirannya, akhirnya melakukan itu. Jadi, sudah 2 hari AR mengalah terus.”
— DI, teman kerja korban
Dalam laporan itu, AR digambarkan semula lebih banyak diam. Ia kemudian diduga tak sanggup lagi menahan emosi dan memutuskan membalas.
Menurut laporan tersebut, AR diduga sempat pulang untuk mengambil senjata tajam, lalu menghadang korban di persimpangan tak jauh dari tempat kerja. Korban disebut diserang satu kali hingga terluka parah, kemudian lari mencari pertolongan.
Rekan korban lainnya, RN, memberi keterangan pada Selasa (22/9/2026). Ia mengatakan pertengkaran itu dipicu urusan karcis parkir, dan korban langsung diserang di tempat lalu kabur setelah satu kali serangan.
Keterangan RN tentang lokasi dan urutan kejadian tidak sepenuhnya selaras dengan narasi sebelumnya. RN menyebut korban langsung diserang di tempat saat bertengkar, sedangkan narasi lain menyebut AR lebih dulu pulang mengambil senjata dan menghadang di persimpangan. Perbedaan ini belum diverifikasi polisi.
Baca jugaMusisi Kafe Dibacok di Surabaya, Anak Korban Ungkap Pelaku Sempat Tuduh Ayahnya Aniaya Kerabat
Kondisi korban dan proses hukum
Surya.co.id melaporkan kondisi TS kini mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif dan menjalani visum medis. Visum lazim dipakai sebagai bagian dari bukti dalam penanganan perkara penganiayaan.
Polisi disebut masih mendalami laporan kasus ini, termasuk mencari keberadaan terduga pelaku. Surya.co.id menyatakan masih berupaya meminta konfirmasi perkembangan penyelidikan kepada Polsek Tegalsari.
Hal yang belum terungkap
Sumber yang tersedia belum memuat keterangan langsung dari AR maupun TS mengenai kejadian tersebut. Kronologi di atas bersumber dari laporan Surya.co.id yang sebagian mengutip rekan kerja korban, tanpa keterangan resmi polisi.
Belum ada pula keterangan resmi dari kepolisian tentang status hukum AR. Karena itu, ia tetap disebut terduga pelaku sampai penyidik menyampaikan perkembangan penanganan perkara.
Surya.co.id juga mencatat bahwa insiden ini menambah daftar tindak kekerasan di jalanan Surabaya dalam dua pekan terakhir.

