Cuaca panas menjadi tantangan utama bagi peserta Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Running Doctor Isoplus Run Series 2026, dr Taufan Rizki Sudjarwadi SpPD, menjelaskan tanda-tanda tubuh pelari mulai kewalahan oleh suhu tinggi. Penjelasan itu ia sampaikan di Balai Kota Surabaya, Minggu (4/10/2026), usai perlombaan, seperti dilaporkan Surya.co.id.

Bagi warga Surabaya yang gemar berlari, baik peserta acara maupun pelari harian, penjelasan ini berguna sebagai pegangan untuk mengenali kapan tubuh perlu berhenti dan mendapat pertolongan. Berikut rangkuman penjelasan sang dokter.

Mengapa panas menjadi ujian berat bagi pelari

Surya.co.id menilai suhu terik sebagai penguji paling keras bagi daya tahan tubuh peserta. Di rute lari Kota Pahlawan, paparan sinar matahari membuat pelari perlu ekstra waspada supaya tidak jatuh sakit.

Secara umum, tubuh yang bekerja keras akan menghasilkan panas dan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri. Ketika udara di sekitar sudah panas, proses pendinginan itu menjadi lebih berat, sehingga cairan tubuh lebih cepat terkuras.

Pesan utama dr Taufan, pelari perlu peka terhadap sinyal dari tubuhnya sendiri. Dengan begitu, gejala awal bisa ditangani sebelum kondisi memburuk dan mengganggu jalannya lomba.

Apa saja tanda tubuh pelari terganggu oleh panas

Menurut dr Taufan, gejala gangguan akibat cuaca panas ekstrem tidak sulit dikenali. Tanda pertama adalah kelelahan yang tidak biasa dan tidak membaik meski pelari beristirahat sebentar.

“Jadi kelelahan yang luar biasa, yang mungkin tidak dapat membaik dengan istirahat sementara, kemudian juga ada keluhan rasa panas dengan lingkungan sekitar”

— dr Taufan Rizki Sudjarwadi SpPD, Running Doctor Isoplus Run Series 2026

Selain kelelahan dan rasa panas, ia menyebut kram otot serta tanda dehidrasi lain sebagai gangguan fisik yang kerap muncul. Rasa lelah yang berkepanjangan disebut sebagai salah satu indikator utama.

  • Kelelahan luar biasa yang tidak reda dengan istirahat sementara
  • Rasa panas terhadap lingkungan sekitar
  • Kram otot
  • Tanda dehidrasi lainnya

Dengan mengenali tanda-tanda itu, pelari dapat mengambil keputusan lebih awal, misalnya memperlambat langkah, berhenti sejenak, atau meminta bantuan petugas medis di lintasan.

Mengapa kebutuhan hidrasi pelari krusial

Dokter Taufan menerangkan bahwa pelari dapat kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar hanya dalam hitungan jam. Kondisi itu makin berat ketika berlari di kota yang bersuhu panas.

“Kebutuhan hidrasi para pelari itu krusial, seorang pelari itu berkeringat dalam satu jam bisa sampai satu sampai tiga liter, apalagi cuaca Surabaya yang panas”

— dr Taufan Rizki Sudjarwadi SpPD, Running Doctor Isoplus Run Series 2026

Secara umum, dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk. Pada pelari, selisih itu bisa melebar cepat karena keringat terus keluar sementara minum tidak selalu sempat dilakukan.

Menurut Surya.co.id, pos air minum yang tersebar di jalur lomba sangat berperan menjaga keselamatan peserta. Cairan yang tersedia cukup di area perlombaan membantu pelari tetap bugar sampai menyentuh finis.

Baca jugaSurabaya Isoplus Marathon 2026 Terjunkan 12 Dokter Lari, Dishub dan Polisi Jaga Rute

Dokter Taufan menilai pasokan air mineral dan minuman isotonik sama-sama fundamental. Ia menyebut jumlahnya melimpah pada hari perlombaan, sehingga pelari tidak kesulitan memenuhi kebutuhan cairan.

“Memang kebutuhan hidrasi, baik dari air mineral maupun isotonik, juga fundamental, alhamdulillah hari ini melimpah”

— dr Taufan Rizki Sudjarwadi SpPD, Running Doctor Isoplus Run Series 2026

Kondisi pelari di lapangan

Dokter Taufan menyebut tidak ada kejadian darurat medis yang fatal selama perlombaan. Meski begitu, timnya menemukan sejumlah pelari yang cukup kesulitan di sepanjang rute.

“Beberapa pelari lumayan struggle, tapi mereka juga bersyukur atas kehadiran kami dan bisa membantu mereka menghadapi struggle secara fisik dan mental”

— dr Taufan Rizki Sudjarwadi SpPD, Running Doctor Isoplus Run Series 2026

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran tenaga medis di rute tidak hanya berkaitan dengan kondisi darurat, tetapi juga dengan dukungan bagi pelari yang berjuang menyelesaikan jarak lari di tengah panas.

Apa yang bisa dipetik pelari Surabaya

Dari penjelasan itu, pelari diimbau mengenali sinyal tubuh sejak dini dan tidak mengabaikan kelelahan yang tak kunjung membaik. Keluhan rasa panas, kram otot, dan tanda dehidrasi sebaiknya dianggap sebagai peringatan, bukan sesuatu yang dipaksakan.

Asupan cairan yang memadai, baik air mineral maupun isotonik, disebut sebagai kunci kelancaran berlari di cuaca panas. Pelari juga dapat memanfaatkan titik air minum dan layanan medis yang tersedia di lintasan.

Batasan informasi dari sumber

Sumber yang kami rujuk tidak merinci berapa pelari yang mendapat penanganan medis, apa saja tindakan yang diberikan, maupun jumlah titik air minum di rute. Karena itu, naskah ini tidak memuat angka-angka tersebut.

Catatan redaksi: sumber yang kami pakai juga tidak memuat keterangan Wali Kota Eri Cahyadi soal edukasi dehidrasi, sehingga naskah ini hanya memuat penjelasan dr Taufan.