Satu unit trailer pengangkut sawit dengan pelat L 9161 UM terguling pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Lokasinya di simpang lampu merah Exit Tol Gunungsari 2, Jalan Joyoboyo, Wiyung, Surabaya. Kejadian ini membuat arus lalu lintas dari Wonokromo ke Wiyung tersendat, seperti dilaporkan detikJatim.

Tidak ada korban jiwa. Sopir truk hanya mengalami luka ringan. Meski begitu, truk yang rebah di persimpangan membuat pengguna jalan di kawasan tersebut harus menghadapi kepadatan sejak pagi.

Kronologi menurut keterangan sopir

Kasatlantas Polres Wiyung Ipda Abdullah menyampaikan, sesuai penuturan sopir, truk terguling ketika baru keluar dari Tol Gunungsari. Peristiwa terjadi di pertigaan lampu merah, sebelum truk hendak belok kanan menuju Jalan Mastrip.

Posisi kendaraan disebut terlalu condong ke kanan. Ketika sopir membanting setir ke kiri, truk kehilangan keseimbangan dan terguling. Abdullah menyatakan tidak ada indikasi kelebihan muatan (ODOL), sebab jenis kendaraannya adalah trailer tertutup.

Sopir juga mengaku perjalanan truk bermula dari Pelabuhan Tanjung Perak, dengan tujuan akhir Karangpilang. Keterangan ini masih berasal dari sopir, sedangkan sumber tidak memuat hasil pemeriksaan lanjutan oleh kepolisian.

Evakuasi dan dampak kemacetan

Proses penanganan memakan waktu karena trailer masih sarat muatan. Petugas Jasamarga sempat memakai derek, tetapi upaya itu belum membuahkan hasil. Kini petugas menanti crane untuk menggeser truk ke tepi supaya jalan kembali lancar.

Sampai pukul 08.45 WIB, kemacetan dari Wonokromo menuju Wiyung belum terurai. Kendaraan dari arah Mastrip, exit tol Gunungsari, dan Wonokromo juga terpantau padat merayap di sekitar lokasi.

Polisi belum memberlakukan pengalihan arus karena jalan masih dapat dilalui. Artinya, kendaraan tetap melintas di sekitar truk yang terguling, sehingga laju lalu lintas melambat.

Dampak bagi warga dan langkah berikutnya

Kemacetan terjadi pada pagi hari, saat banyak warga Surabaya beraktivitas. Pengendara yang melintas dari arah Wonokromo, Mastrip, maupun exit Tol Gunungsari berpotensi terdampak, sehingga perlu menyiapkan waktu tempuh lebih panjang.

Lalu lintas baru diperkirakan kembali lancar setelah crane tiba dan truk dipindahkan ke pinggir jalan. Sumber tidak menyebut perkiraan waktu kedatangan crane maupun kapan evakuasi selesai.

Rangkuman fakta yang sudah diketahui

Sejauh ini, informasi yang tersedia berasal dari laporan detikJatim, yang memuat keterangan Kasatlantas Polres Wiyung dan penuturan sopir. Penyebab kecelakaan baru dijelaskan dari sudut pandang sopir, yakni posisi truk yang terlalu ke kanan sebelum berbelok.

ODOL sendiri merupakan singkatan dari kendaraan yang dimensi atau muatannya melebihi ketentuan. Polisi menilai trailer ini tidak termasuk kategori tersebut. Hingga laporan ditulis, belum ada informasi tambahan mengenai kerugian materi atau proses hukum atas kecelakaan itu.