Sebuah truk kontainer terguling di kawasan exit Tol Gunungsari, Surabaya, Jumat (2/10/2026) pagi. Kejadian itu memicu kemacetan panjang di sekitar Mastrip, Kedurus, Karah, hingga Wiyung, yang oleh Suara Surabaya dicatat masih berlangsung sampai pukul 9.35 WIB.
Kronologi truk terguling di exit Tol Gunungsari
Waktu kejadian berbeda antarmedia. Suara Surabaya menyebut insiden terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, sedangkan detikJatim menulis sekitar pukul 05.00 WIB. Keduanya sepakat lokasinya di sekitar exit Tol Gunungsari.
Menurut detikJatim, truk trailer bernomor polisi L 9161 UM itu terguling di lampu merah Exit Tol Gunungsari 2, Jalan Joyoboyo, Wiyung. Suara Surabaya menyebut truk terguling di bawah flyover tol arah Mastrip.
Kasatlantas Polres Wiyung Ipda Abdullah menyampaikan, berdasarkan keterangan sopir, kecelakaan terjadi saat truk keluar dari tol. Di pertigaan lampu merah sebelum berbelok kanan ke Jalan Mastrip, posisi truk terlalu ke kanan, lalu truk terguling ketika dibanting ke kiri.
Tidak ada korban jiwa. Sopir mengalami luka ringan, menurut detikJatim. Sopir juga mengaku berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak dengan tujuan Karangpilang.
Baca jugaTrailer Muatan Sawit Terguling di Exit Tol Gunungsari Surabaya, Arus Wonokromo-Wiyung Macet
Dampak kemacetan bagi pengguna jalan
Sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya melaporkan kepadatan mulai terasa sekitar pukul 07.00 WIB. Abdullah Afif menyebut antrean kendaraan sudah mengular dari Jembatan Rolak Karah hingga exit Tol Gunungsari.
“Kemacetan panjang mulai Jembatan Rolak Karah sampai exit Tol Gunungsari. Ada truk trailer terguling,”
— Abdullah Afif, pendengar Radio Suara Surabaya
Pendengar lain, Nafis, pada pukul 07.26 WIB melaporkan kendaraan menumpuk di jalur kiri dari Gunungsari menuju Karang Pilang, di sekitar pertigaan lampu merah Gunungsari. Pukul 09.24 WIB, Rahmat Hidayat melaporkan exit Tol Gunungsari masih tersendat.
DetikJatim mencatat arus dari arah Wonokromo menuju Wiyung masih macet hingga pukul 08.45 WIB. Kendaraan dari arah Mastrip, exit tol Gunungsari, dan Wonokromo terpantau padat merayap di sekitar lokasi.
Evakuasi menunggu crane
Evakuasi berjalan lama karena truk bermuatan penuh. Petugas Jasamarga sempat mencoba menarik truk dengan derek, tetapi belum berhasil. Petugas kini menunggu crane agar truk bisa digeser ke pinggir dan arus kembali lancar.
Ipda Abdullah menyebut truk tidak terindikasi kelebihan muatan (ODOL) karena merupakan trailer tertutup. Jenis muatan juga belum seragam di sumber: judul detikJatim menyebut sawit, sementara Suara Surabaya menyebutnya truk kontainer.
Pengalihan arus belum diberlakukan karena ruas jalan masih bisa dilewati kendaraan. Warga yang melintas di kawasan Gunungsari dan Wiyung disarankan memantau kondisi terbaru lalu lintas.



