Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB) di Komisi VIII DPR RI meminta jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Akhmad Muzakki, ditangguhkan hingga seluruh keberatan atas proses pengangkatannya dijelaskan secara terbuka. Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi VIII Maman Imanulhaq dalam rapat bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 22 September 2026, menurut Liputan6.
Permintaan itu muncul di tengah penyegelan akses kampus UINSA oleh mahasiswa yang telah berlangsung dua hari dan pengalihan sebagian perkuliahan lewat Zoom akibat penolakan terhadap kepemimpinan Muzakki, seperti dilaporkan detikJatim dan Liputan6. Dalam rapat yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga meminta waktu tiga hari untuk menuntaskan polemik ini, menurut Suara Surabaya.
“Untuk menjaga ketenangan dan menjaga konflik semakin dalam, Fraksi Kebangkitan Bangsa meminta agar jabatan rektor ditangguhkan”
— Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB
PKB ungkap sengketa hasil seleksi rektor
Maman menilai polemik tidak cukup dijawab dengan alasan prosedur formal semata. Ia menyoroti keberatan yang muncul dari guru besar, dosen, dan mahasiswa setelah Muzakki dilantik, serta menyebut status hukum yang belum berkekuatan tetap tidak semestinya menutup ruang evaluasi, mengingat Muzakki disebutnya sudah dipanggil pihak kejaksaan.
“Ketika sang rektor, Bapak Ahmad Muzakki ini sudah dipanggil kejaksaan, maka ini seharusnya sudah menjadi catatan. Ada evaluasi, jangan menunggu sampai inkracht”
— Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB
Maman juga meminta Kementerian Agama membuka proses penetapan Muzakki sebagai salah satu dari tiga calon rektor. Ini menyusul pernyataan Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin yang memastikan Muzakki masuk tiga besar dan proses pelantikannya sesuai prosedur. Namun menurut Maman, dua anggota tim seleksi, Nur Sam dan Syafiq Mughni, memberikan keterangan berbeda.
“Dua timsel menyatakan bahwa Saudara Ahmad Muzakki ini tidak masuk di tiga besar. Tapi karena Sekjen minta masuk, maka masuk”
— Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB
Maman meminta agar selama masa penangguhan, rektor tidak mengambil kebijakan strategis apa pun terhadap kampus.
“Selama penangguhan itu, jangan sekali-kali si rektor mengambil kebijakan strategis. Jangan ada mutasi, jangan ada pengangkatan pejabat, jangan ada intimidasi terhadap orang yang menolak”
— Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB
Ia mengancam akan mendorong pembentukan Panitia Kerja (Panja) di Komisi VIII bila persoalan seleksi tersebut tidak dijelaskan tuntas dalam rapat.
“Ini soal kredibilitas, Pak Sekjen. Kalau ini tidak bisa dijawab hari ini, terpaksa kita usulkan Panja”
— Maman Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB
Kampus disegel, kuliah dialihkan lewat Zoom
Penolakan mahasiswa terhadap Muzakki berujung pendudukan kampus oleh ratusan mahasiswa sejak beberapa hari terakhir, dengan tenda keprihatinan didirikan di halaman rektorat, hingga penyegelan akses kampus, menurut detikJatim. Wakil Presiden DEMA UINSA Fadlurrahman Fazle menyebut penyegelan merupakan keputusan bersama DEMA dan Senat Mahasiswa setelah aksi-aksi sebelumnya belum direspons rektorat, dan direncanakan hanya berlangsung dua hingga tiga hari.
“Kita sudah mendiskusikan beberapa upaya, hingga kita akhirnya sepakat untuk menyegel rektorat. Kita tunggu beberapa hari hanya untuk menunggu rektor Muzakki menemui massa aksi”
— Fadlurrahman Fazle, Wakil Presiden DEMA UINSA
Koordinator lapangan aksi mahasiswa, Koko, menyebut sejumlah mahasiswa sampai bermalam di posko depan gedung rektorat. Mahasiswa juga telah mengajukan surat permohonan audiensi resmi ke Komisi VIII DPR RI untuk mendesak pencopotan Muzakki, menurut detikJatim.
“Teman-teman ada yang beristirahat di sini, seperti tadi malam sudah ada yang beristirahat di sini di Posko Mahasiswa UINSA di depan Gedung Rektorat”
— Koko, Koordinator Lapangan aksi mahasiswa UINSA
Dampak dari aksi ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan dalam rapat bahwa sebagian mahasiswa kini kuliah lewat Zoom, sementara sebagian aktivitas lain belum berjalan karena kantor kampus masih tertutup, menurut Liputan6.
“Sebagian mereka itu melaksanakan perkuliahan dengan Zoom. Tetapi sebagian juga memang masih tidak melakukan apa pun karena kantor itu masih ditutup”
— Nasaruddin Umar, Menteri Agama
Menag mengaku kaget, siap jadi penengah
Nasaruddin mengaku kaget dengan gejolak di UINSA karena aturan yang dipakai sama dengan proses pemilihan rektor di perguruan tinggi keagamaan negeri lain yang selama ini berjalan mulus, menurut Liputan6.
“Khusus untuk Surabaya, ini terus terang saya juga kaget, karena mesin yang sama, peraturan perundang-undangan yang sama kita lakukan, tapi reaksi yang dimunculkan berbeda”
— Nasaruddin Umar, Menteri Agama
Ia menegaskan pemerintah siap menjadi penengah dan menyatakan seluruh pihak yang berseteru bersedia menerima langkah tersebut.
“Semua pihak di situ bersedia untuk menerima penengahan dari pemerintah, dalam hal ini menteri”
— Nasaruddin Umar, Menteri Agama
Nasaruddin juga menyatakan akan menelusuri kemungkinan adanya penyimpangan aturan dalam proses penetapan rektor UINSA.
“Nah, tentu saya harus mulai melihat dari segi peraturan, ada enggak penyimpangan dari peraturan yang kita lakukan?”
— Nasaruddin Umar, Menteri Agama
Ia mengaku bertanggung jawab atas persoalan yang muncul dalam polemik ini dan menyebut cara kerja Kemenag selama ini ternyata masih menyimpan titik lemah, menurut Suara Surabaya.
Apa selanjutnya
Sebelum rapat dengan Komisi VIII digelar, dewan sempat mendesak Menag membatalkan pengangkatan Muzakki sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030. Komisi VIII menganggap persoalan ini sudah mengganggu jalannya kuliah dan berpotensi memecah belah mahasiswa serta warga kampus, menurut Suara Surabaya.
Dengan terungkapnya sengketa keterangan tim seleksi dan ancaman pembentukan Panja dari Fraksi PKB, tekanan terhadap rektorat UINSA bertambah di samping aksi mahasiswa yang masih berlanjut dan sebagian kuliah yang tetap berjalan lewat Zoom.

