Warga Surabaya mengeluhkan kualitas udara kota yang dinilai kurang sehat dalam beberapa hari terakhir. Udara disebut terasa lebih berasap, terutama pada pagi hari, seperti dilaporkan detikJatim pada Jumat (1/10/2026).

Berdasarkan data IQI (indeks kualitas udara), indeks kualitas udara di Surabaya berada di angka 199. Angka itu masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan parameter polusi PM2.5.

Keluhan warga soal udara berasap

Salah satu warga, Andina, menyebut kondisi udara di sekitar tempat tinggalnya terasa lebih berasap dibanding biasanya. Menurut dia, hal itu tampak setiap pagi, ketika langit seperti diselimuti asap.

“Menurut saya udaranya itu nggak kayak biasanya, apalagi kan langitnya akhir-akhir ini kayak ada asap setiap pagi”

— Andina, warga Surabaya

Andina menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan di Kalimantan yang asapnya terbawa angin ke arah selatan, termasuk Jawa Timur. Akibatnya, ia sering merasa kurang nyaman ketika beraktivitas di luar rumah.

Menurut Andina, informasi soal potensi angin bergerak ke selatan itu banyak dibicarakan di media sosial Threads. Penyebab pasti udara berasap tersebut tidak dijelaskan dalam laporan detikJatim, sehingga dugaan itu merupakan pandangan warga.

Warga lain, Hikmah, mengaku mulai mengurangi aktivitas di luar rumah. Ia mempertanyakan apakah asap tersebut berasal dari hutan Kalimantan dan berharap segera ada informasi dari BMKG.

“Iya, kayak berasap gitu sih. Aku mulai ngurangin kegiatan di luar rumah. Tapi semoga segera ada informasi ini kenapa kok berasap. Apa mungkin asap dari hutan Kalimantan ya?”

— Hikmah, warga Surabaya

Ramai di media sosial Threads

Keluhan serupa lebih dulu ramai disampaikan warganet di Threads. Salah satunya datang dari akun @Reels SurabayaInforSurabaya, yang mengunggah video tampak berkabut dan mengimbau masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Dalam unggahan itu, akun tersebut menulis bahwa kualitas udara kota mendadak menjadi sorotan karena warga mencium aroma pekat seperti bau bakaran di berbagai sudut Surabaya. Ia juga menyertakan tangkapan layar aplikasi kualitas udara yang menunjukkan indeks polusi mengkhawatirkan, dengan dominasi kabut asap tipis.

Sejumlah warganet menanggapi unggahan itu dengan keluhan serupa tentang kondisi udara di kota mereka.

Imbauan dan keterangan yang belum ada

Masyarakat diimbau menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi kualitas udara di sekitarnya. Akun di Threads tersebut juga menyarankan warga tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan pernapasan.

Laporan detikJatim tidak memuat keterangan resmi dari BMKG maupun pemerintah mengenai penyebab udara berasap di Surabaya. Hikmah, salah satu warga yang ditemui, berharap BMKG segera memberikan penjelasan.