Warga Kota Surabaya berbondong-bondong mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Surabaya di sejumlah wilayah pada Rabu (7/10/2026). Di Kelurahan Airlangga, minyak goreng sebanyak 22 dus terjual habis, seperti dilaporkan detikJatim.

Sementara itu, di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, warga memanfaatkan program yang sama untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, menurut laporan ANTARA Jatim.

Minyak habis kurang dari satu jam di Airlangga

Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Airlangga, Sulistiani, menyebut antusiasme warga sangat tinggi. Kegiatan dijadwalkan dibuka pukul 09.00 WIB, tetapi warga sudah berbaris sejak pukul 07.30 WIB, saat pengurus masih bersiap.

Menurut Sulistiani, minyak goreng menjadi barang yang paling cepat kosong, dengan waktu penjualan tidak sampai satu jam. Adapun beras SPHP masih tersisa sekitar 30 karung. Komoditas yang dijual meliputi minyak, gula, beras, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Ia menjelaskan, sebagian barang dari koperasi turut dibawa ke lokasi sebagai penyeimbang pasokan. Hal itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Koperasi dan diizinkan, dengan syarat harganya disamakan agar tetap terjangkau.

Sulistiani memberi contoh selisih harga. Satu item yang dijual Rp 36 ribu di luar bisa dibeli Rp 31 ribu di GPM, sedangkan gula Rp 18 ribu di luar dijual Rp 17 ribu. Selisih itu, katanya, sangat berarti bagi ibu-ibu.

Baca jugaHarga Sembako Surabaya 6 Oktober 2026: Cabai Naik, Beras Premium di Pasar Terpantau di Atas HET

Beras SPHP dan Minyakita diburu di Jepara

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan warga rela antre sejak pagi di Kelurahan Jepara. Incaran utama mereka adalah beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dan Minyakita.

Menurut Nanik, produk perikanan dan telur ayam ras juga habis terjual sejak awal kegiatan. Ia mengapresiasi kerja jajaran kecamatan, kelurahan, serta pengurus RT dan RW yang mengawal acara.

Salah satu pembeli, Safiah, warga Kemayoran, datang setelah mendengar kabar penjualan bahan pokok murah. Ia membeli Minyakita dua liter.

“Dapat minyak goreng Minyakita dua liter. Begitu dengar ada orang beli minyak murah, saya langsung ke sini”

— Safiah, warga Kemayoran, Surabaya

Rincian barang dan harga di GPM

Nanik merinci barang yang disediakan di lokasi Jepara. Ada 200 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58 ribu dan 75 sak beras premium Jempol Tani kemasan 5 kilogram seharga Rp74.500.

  • MinyaKita 360 liter seharga Rp15.500 per liter
  • Minyak Rosebrand 120 liter dan minyak Fortune 120 liter
  • Gula Rosebrand 240 kilogram
  • Gula Kebon Agung 240 kilogram seharga Rp17 ribu per kilogram
  • Telur ayam ras seharga Rp23 ribu per kilogram

Selain itu tersedia daging sapi dan olahan dari PD Rumah Potong Hewan, daging ayam ras, serta hasil tani dari kelompok tani setempat, yakni Poktan Dorang Cinta, Poktan Kampung Kawak, dan Poktan Kedung Doro.

Upaya menekan inflasi di tengah kemarau

Nanik menyatakan GPM bertujuan memenuhi kebutuhan pangan warga dengan harga murah, menekan laju inflasi, dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah musim kemarau panjang. Ia mencontohkan cabai yang harganya melonjak di pasar, tetapi dijual lebih murah di GPM.

Menurut Nanik, intervensi pasar ini rutin dilakukan di 31 kecamatan se-Surabaya. GPM juga tidak hanya mengandalkan pasokan BUMN seperti Bulog, tetapi memberi ruang bagi produk lokal dan kelompok tani untuk memperkenalkan hasilnya.