Kapasitas layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk menurun karena sejumlah dermaga sedang diperbaiki dan ditingkatkan. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Bambang Hermanto, menyebut antrean kendaraan bisa menjadi lebih panjang, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Penjelasan tersebut disampaikan Bambang saat mengudara di Radio Suara Surabaya pada Selasa (29/9/2026) petang, seperti dilaporkan Suara Surabaya.

Perbaikan berlangsung di dua pelabuhan

Menurut Bambang, pekerjaan dermaga tidak hanya berlangsung di Pelabuhan Gilimanuk, tetapi juga di Pelabuhan Ketapang. Ia membenarkan bahwa PT ASDP sedang memperbaiki dermaga di sisi Ketapang.

“Memang betul bahwa di Ketapang PT ASDP sedang melakukan perbaikan dermaga. Dermaga yang diperbaiki di dua tempat, di Gilimanuk dan di Ketapang juga”

— Bambang Hermanto, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur

Salah satu pekerjaan di Gilimanuk mengubah dermaga ponton menjadi dermaga yang mampu memuat beban hingga 50 ton. Proyek itu dijadwalkan selesai pada Maret 2027.

Lintasan Ketapang-Gilimanuk menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Karena itu, setiap gangguan pada fasilitas dermaga di salah satu ujung lintasan dapat terasa pada layanan penyeberangan secara keseluruhan.

Dampak bagi layanan dan antrean kendaraan

Selama pekerjaan berjalan, dermaga yang bisa dipakai untuk melayani kendaraan menjadi lebih sedikit. Dampaknya, daya layan penyeberangan di lintasan tersebut ikut menyusut.

Menurut BPTD, penyusutan kapasitas itu dapat membuat barisan kendaraan yang menunggu kapal bertambah panjang di masa Nataru. Periode libur akhir tahun lazimnya ditandai meningkatnya arus perjalanan sehingga layanan penyeberangan berada di bawah tekanan lebih besar.

Baca jugaPemprov Jatim Anggarkan Rp6 Miliar Benahi Dermaga Ketapang, Gapasdap Desak Penguatan Kapasitas

Mengapa informasi ini penting

Pernyataan Bambang menunjukkan bahwa keterbatasan dermaga bukan hanya persoalan di satu sisi lintasan. Pekerjaan di Ketapang dan Gilimanuk berjalan dalam waktu yang sama, sehingga pengaturan layanan di kedua pelabuhan saling berkaitan.

Peningkatan dermaga di Gilimanuk, menurut keterangan BPTD, akan memberi kemampuan muat yang lebih besar setelah proyek selesai. Sampai saat itu, layanan bergantung pada dermaga yang masih bisa dioperasikan.

Strategi menghadapi Nataru

Judul laporan Suara Surabaya menyebut BPTD tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi Nataru. Namun, bagian laporan yang dirujuk naskah ini belum memerinci langkah-langkah yang akan ditempuh, sehingga rincian strategi itu masih perlu menunggu penjelasan lanjutan dari BPTD.

Bagi pengguna jasa penyeberangan, informasi awal ini menegaskan bahwa perbaikan dermaga berjalan bersamaan di dua pelabuhan dan memengaruhi jumlah dermaga yang tersedia. Pengguna yang berencana menyeberang pada masa Nataru dapat memantau informasi resmi dari BPTD maupun PT ASDP.

Baca jugaWarga Geruduk ASDP Ketapang soal Macet 17 Km; Terpisah, Anggota DPR Soroti Percepatan Bongkar Muat