Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menangkap lima tersangka komplotan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) lintas provinsi. Konferensi pers digelar di Mapolda Jatim, Kamis (1/10/2026), seperti dilaporkan detikJatim. Komplotan ini disebut beraksi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Lima tersangka ditangkap di Banten dan Jawa Barat

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menyebut kelima tersangka berinisial DB (42), MW (45), AS (42), ADS (35), dan YA alias AN (45). Mereka diamankan di Tangerang, Cikampek, Nagreg, Garut, dan Ciamis.

Penyelidikan bermula dari laporan pembobolan ATM di wilayah Malang pada 16 September 2026. Tim Jatanras lalu berkoordinasi dengan Bareskrim dan polres yang menangani kasus serupa di Jawa Timur.

Menurut Jumhur, personel gabungan terdiri atas 10 orang dari Polda dan 10 orang dari Resmob Bareskrim. Ia menyebut tim mendapat dukungan penuh dalam pengejaran ini.

Modus tusuk gigi dan penukaran kartu

Kanit III Subdit III Jatanras AKP M Fauzi menjelaskan, komplotan memasukkan tusuk gigi ke lubang kartu ATM sehingga kartu korban sulit masuk atau tersangkut. Saat korban bingung, pelaku yang mengantre di belakang berpura-pura menawarkan bantuan.

Ketika kartu diserahkan, pelaku menukarnya dengan kartu miliknya yang berjenis sama. Pelaku lain mengintip PIN yang dimasukkan korban. Karena kartu yang dipegang korban sudah bukan miliknya, PIN itu pun diketahui pelaku.

Baca jugaPolda Jatim Tangkap Lima Residivis Pengganjal ATM Lintas Provinsi, Gresik Termasuk Lokasi Aksi

Kartu asli korban lalu dibawa pelaku lain dan dipakai di ATM berbeda untuk mengambil uang. Menurut Fauzi, saldo korban di bawah Rp 10 juta biasanya langsung ditarik tunai. Adapun saldo di atas Rp20 juta ditransfer ke sejumlah rekening milik tersangka.

Pembagian peran terlihat jelas dalam modus ini. Satu pelaku bertugas menukar kartu, pelaku lain mengintip PIN, dan satu orang lagi membawa kartu korban untuk dipakai di ATM lain. Fauzi menyebut salah satu pelaku berinisial DD berperan berpura-pura membantu korban yang panik.

Beraksi di rest area, pujasera, hingga minimarket

Dari pemeriksaan, komplotan itu diketahui telah beraksi di lebih dari 50 TKP. Sasarannya ATM di rest area, pujasera, hingga minimarket. Aksi dilakukan dua hingga tiga orang.

Jumhur mengatakan para pelaku berpindah-pindah lokasi dan tidak menginap di hotel setelah beraksi agar tidak terlacak polisi. Mereka pulang sendiri-sendiri dan baru berkumpul lagi di sebuah rest area ketika hendak beraksi kembali.

Barang bukti yang disita meliputi kartu ATM, tusuk gigi, gunting, telepon genggam, modem, pakaian yang dipakai saat beraksi, serta kendaraan para pelaku.

Dengan penangkapan di lima lokasi berbeda, polisi menegaskan komplotan ini telah menyasar ATM di tiga provinsi di Pulau Jawa. Kasus ini masih dalam penanganan Jatanras Polda Jatim bersama tim gabungan dari Bareskrim.