Pelaku konten boneka bermodus pelecehan di Jalan Tunjungan, Surabaya, berdalih bagian boneka yang menyerupai alat kelamin pria hanyalah ekor yang dipindahkan ke depan. Ia menyampaikannya saat memberi keterangan di hadapan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, seperti dilaporkan detikJatim. Di depan polisi itu pula ia menyebut korbannya seratus lebih orang dan meminta maaf.

Dalih pelaku soal ekor boneka

Menurut detikJatim, pelaku tampak cengengesan ketika diperiksa. Saat ditanya tentang bagian boneka berbentuk panjang yang menyerupai kemaluan pria, ia menyebut itu ekor yang sengaja diletakkan di sisi depan. Keterangan tersebut dikutip dari akun Instagram @surabayapolice1.official.

“Itukan cuma ekor doang, ndan, ekor belakang aslinya, dipindah di depan”

— Pembuat konten boneka yang akrab disapa Kim

Pelaku juga mengaku sudah meminta izin kepada calon korban sebelum merekam video. Namun, menurut detik.com, ia tidak menjelaskan secara rinci isi video itu dan hanya meminta korban memegang ekor boneka. Ia menyebut ada korban yang dua hari kemudian tidak terima.

Jumlah korban dan permintaan maaf

Angka korban yang disebut pelaku berbeda tipis antarlaporan. detikJatim menulis pelaku menyebut 100 orang diajak dalam kontennya. Dalam laporan detik.com sebelumnya, pelaku menyatakan korbannya seratus lebih, sedangkan Surya.co.id menulis lebih dari seratus perempuan. Semua angka itu berasal dari pengakuan pelaku, belum dari data kepolisian.

Menurut Surya.co.id, pelaku yang akrab disapa Kim diperiksa di Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan No. 1, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan. Ia ditanya soal motif dan jumlah korban. Video pertemuan itu diunggah di akun media sosial Kapolrestabes.

Pernyataan pelaku tersebut dikutip detik.com dari akun Instagram @luthfie.daily dan @surabayapolice1.official pada Jumat (25/9/2026).

“Saya mohon maaf kepada warga Surabaya kalau konten saya tidak berkenan atau kirang mengenankan ke orang surabaya, saya minta maaf sebesar besarnya”

— Pembuat konten boneka yang akrab disapa Kim

Pelaku mengaku telah menyadari kesalahan dan menghapus seluruh konten yang pernah dibuatnya. Kombes Luthfie ikut menyampaikan permohonan maaf itu kepada warga Surabaya, netizen, dan khususnya para korban. Menurut dia, pelaku beritikad baik menemuinya.

“Intinya itu dia menyadari kekhilafan, semua sudah di-delete”

— Kombes Luthfie Sulistiawan, Kapolrestabes Surabaya

Latar: modus boneka orangutan di pedestrian

Surya.co.id menulis, aksi itu berlangsung di pedestrian Jalan Tunjungan, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng. Perempuan yang lewat diajak membuat video singkat dengan alasan konten hiburan biasa. Boneka yang dibawa berbentuk orangutan cokelat dengan ekor yang tampak menjulur dari bagian depan. Konten itu disebut beredar di YouTube dan TikTok.

Seorang perempuan sebelumnya mengaku menjadi korban, seperti dilaporkan detik.com. Ia diajak membuat konten pada 5 Agustus 2026 saat berjalan menuju parkiran di kawasan itu. Dua pria menawarinya konten dengan boneka, dan ia diminta merekam video tiga kali dengan orang berbeda tetapi konsep yang sama.

Ia baru sadar telah menjadi korban pelecehan setelah melihat sejumlah konten lain berpola serupa dan menyadari ekor boneka itu menyerupai kemaluan pria. Identitas korban tidak dipublikasikan dalam pemberitaan ini.

Proses hukum menunggu laporan korban

Menurut Surya.co.id, Polrestabes Surabaya menegaskan proses hukum tetap berjalan jika ada korban yang melapor secara resmi. Dari sumber yang tersedia, belum ada keterangan bahwa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.