Pemerintah Kota Surabaya meminta warga tidak panik menghadapi penyakit influenza A karena seluruh fasilitas kesehatan di kota ini disebut siap. Imbauan itu disampaikan Rabu, seperti dilaporkan ANTARA Jatim, setelah Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan rumah sakit milik Pemkot menyiapkan tenaga medis.
Instruksi wali kota untuk rumah sakit milik Pemkot
Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh rumah sakit milik Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak berwenang. Rumah sakit juga diminta menyiapkan tenaga medis.
“Siapkan tenaga medisnya agar mampu menghadapi segala situasi”
— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Billy Messakh menyatakan fasilitas kesehatan di Surabaya pada dasarnya selalu siap menangani berbagai jenis penyakit. Ia juga menanggapi kabar bahwa rumah sakit penuh. Menurut dia, keterisian ruang rawat inap bukan disebabkan lonjakan pasien influenza A.
Billy menegaskan, influenza A tidak membuat ruang rawat inap terisi penuh, termasuk di RSUD dr. Mohammad Soewandhie dan RSUD Eka Candrarini. Menurutnya, sebagian besar pasien memilih rawat jalan atau datang ke puskesmas.
Kasus ISPA naik, tetapi disebut masih wajar
Dinkes mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan flu naik sekitar 10 hingga 15 persen dari periode Januari–Agustus menuju September. Billy menilai kenaikan itu masih wajar dan tidak sampai memerlukan perawatan intensif dalam skala besar, seperti saat pandemi COVID-19.
Ia menjelaskan bahwa gejala influenza A menyerupai flu biasa dengan tingkat fatalitas rendah. Penanganannya pun sama dengan flu biasa, sehingga Dinkes tidak membeda-bedakan jenis strain secara berlebihan seperti pada COVID-19.
Langkah pencegahan yang dianjurkan Dinkes
Dinkes Kota Surabaya menganjurkan sejumlah langkah agar penularan dapat dicegah dan daya tahan tubuh tetap terjaga selama musim berganti.
- Bersikap tenang dan tidak terbawa kabar simpang siur yang membuat cemas.
- Beristirahat cukup, makan makanan bergizi seimbang, dan mengonsumsi vitamin C.
- Mengenakan masker, terutama di keramaian, ruangan tertutup, atau saat badan kurang fit.
- Menjalani vaksin influenza di fasilitas kesehatan terdekat sebagai pencegahan tambahan.
Warga yang mengalami keluhan ISPA, yakni batuk, bersin, demam, dan badan lemas, diminta segera beristirahat. Jika keluhan berlanjut, mereka dianjurkan memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
“Kalau memang ada gejala, jangan panik segera periksa ke puskesmas,”
— Billy Messakh, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya
Kewaspadaan di daerah lain di Jawa Timur
Di Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Mojokerto menyiagakan 27 fasilitas pelayanan kesehatan sebagai antisipasi terhadap kemungkinan menyebarnya superflu, yakni Influenza A (H3N2) Subclade K, menurut laporan Surya.co.id. Belum ada kasus konfirmasi di wilayah itu, tetapi kasus ISPA disebut naik.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, pada minggu ke-37 kasus ISPA naik hingga 461 kasus. Total kasus ISPA sepanjang 2026 mencapai 3.885. Ia mengaitkan kenaikan itu dengan cuaca panas dan berdebu, dan menyebut belum ada surat edaran soal Influenza A dari Dinkes Provinsi Jatim maupun Kemenkes.



