Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkenalkan logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim pada Jatim Fest 2026 di Surabaya. Logo itu membawa semangat pembangunan berkelanjutan. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikannya, seperti dilaporkan ANTARA, Suara Surabaya, dan detikJatim.

Logo hasil sayembara desain warga

Emil didampingi Plt Kepala Biro Perekonomian Jatim Aftabuddin Rijaluzzaman. Ia memuji logo baru itu dan menyebut karya tersebut lahir dari sebuah sayembara desain.

“Logo yang luar biasa, dan lahir dari sayembara desain, yang diikuti ratusan karya dari seluruh warga Jawa Timur”

— Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur

Logo tersebut bertema "Jawa Timur Unggul, Maju dan Berkelanjutan". Menurut ANTARA, tema itu menunjukkan bahwa pembangunan Jatim dituju bukan semata untuk mengejar kemajuan ekonomi, melainkan juga untuk menjaga keberlanjutan. Detikjatim menulis, logo ini menjadi semangat baru bagi Pemprov Jatim dalam melayani masyarakat.

Jatim Fest 2026 dan arah ekonomi daerah

Menurut detikJatim, Emil meninjau 108 stand pameran di Jatim Fest 2026. Stand itu memamerkan inovasi sejumlah dinas Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota. Ajang ini juga dipakai untuk memperkenalkan potensi Jawa Timur sekaligus mendorong masuknya investasi.

Emil mengatakan semangat berkelanjutan itu searah dengan upaya Pemprov membangun ekosistem ekonomi yang inklusif lewat kerja sama antarsektor. Ia menilai investasi tidak cukup dilihat dari besaran nominalnya, tetapi juga dari nilai tambah yang diberikan bagi perekonomian daerah.

“Ini adalah hasil perjuangan kolektif seluruh elemen lintas sektor untuk mendorong ekosistem perekonomian dan investasi yang inklusif dan berkelanjutan”

— Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur

Industri manufaktur dan visi Gerbang Baru Nusantara

Emil menyebut perekonomian Jatim bertumpu kuat pada industri, terutama manufaktur. Agar sektor itu semakin kokoh, menurutnya diperlukan dukungan perdagangan, sumber daya manusia, infrastruktur, dan konektivitas yang memadai.

Ia juga menyebut bandara, pelabuhan, Kawasan Ekonomi Khusus, kawasan industri, dan kawasan industri halal sebagai penguat potensi yang tersebar di berbagai wilayah Jatim. Detikjatim mencatat adanya rencana pengembangan kawasan industri baru.

“Gerbang Baru Nusantara menjadi strategi perwujudan menjadi orkestrator nilai tambah Indonesia. Kita harus bangun value added, menjadi lebih kompetitif”

— Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur

Menurut Emil, penguatan ekosistem tersebut merupakan bagian dari visi Gerbang Baru Nusantara. Lewat visi itu, Jatim diharapkan tak sekadar menjadi pintu investasi, tetapi juga pencipta nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Ajakan menjaga optimisme

Emil meminta semua instansi dan pemangku kepentingan di bidang ekonomi tetap optimistis serta memperkuat kolaborasi. Harapannya, pembangunan Jatim yang unggul, maju, dan berkelanjutan dapat terwujud.

“Semangat kita Jer Basuki Mawa Beya. Kita kerjakan semuanya dengan keras, dengan optimisme, bagaikan simfoni orkestra.”

— Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur

Baca jugaSIER Dorong UMKM Binaan Perluas Pasar di Jatim Fest 2026 Grand City Convex Surabaya