PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan stok dan penyaluran BBM subsidi tetap berjalan sesuai ketentuan pemerintah. Pernyataan itu disampaikan menyusul aksi unjuk rasa Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) di Surabaya pada Rabu (30/9/2026), seperti dilaporkan Suara Surabaya.

Pada Kamis, 1 Oktober 2026, harga BBM Pertamina di Surabaya belum berubah, menurut laporan beritajatim.com.

Tanggapan Pertamina atas aksi sopir

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan pihaknya menghormati penyampaian aspirasi masyarakat. Pertamina, katanya, terus memantau kondisi stok dan kebutuhan BBM di lapangan serta mengoptimalkan pasokan dan penyaluran BBM subsidi lewat lembaga penyalur resmi.

“Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menghormati aspirasi dari masyarakat termasuk supir truk yang merupakan pelanggan kami dan terus memastikan ketersediaan serta penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan pemerintah.”

— Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus

Ahad juga menyebut Pertamina membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai sektor, termasuk aparat penegak hukum, agar operasional dan pelayanan kepada masyarakat berjalan aman dan tertib.

Baca jugaPertamina Jelaskan Barcode Solar Subsidi Bisa Tak Dipakai, Respons Aksi Sopir Truk di Surabaya

Soal barcode di SPBU

Pertamina menjelaskan barcode dapat tidak digunakan dalam transaksi di SPBU bila sistem mendeteksi anomali. Contohnya pembelian berulang, pembelian dalam jumlah tidak wajar, atau data kendaraan pada barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan yang membeli.

Menurut Pertamina, hal itu bagian dari mekanisme pengendalian agar BBM subsidi tepat sasaran. Penggunaan barcode merupakan bagian dari mekanisme Subsidi Tepat. Sebagai operator distribusi, Pertamina Patra Niaga menjalankan penyaluran berdasarkan regulasi pemerintah dan mengaku tidak berwenang mengubah ketentuan penyaluran BBM subsidi.

Harga BBM di Surabaya 1 Oktober 2026

Menurut beritajatim.com, warga yang mengisi BBM di SPBU Pertamina di Surabaya masih membayar harga yang berlaku sejak penyesuaian September 2026. Penyesuaian saat itu hanya menyasar beberapa produk nonsubsidi. Pertalite, Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Pertashop, dan Biosolar tidak berubah.

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter
  • Pertamax: Rp15.950 per liter
  • Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
  • Dexlite: Rp23.700 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.200 per liter

Pertamax Turbo naik Rp1.300 dari Rp18.300 per liter pada penyesuaian September. Dexlite naik Rp4.000 dari Rp19.700, sedangkan Pertamina Dex naik Rp4.050 dari Rp21.150 per liter.

Harga BBM nonsubsidi dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi komponen seperti pajak bahan bakar dan biaya distribusi. Pertamina Patra Niaga sebelumnya menjelaskan, penyesuaian harga nonsubsidi mempertimbangkan formula pemerintah, termasuk harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan komponen pajak.