Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan membongkar cara kerja komplotan pencuri sepeda motor lintas wilayah yang beraksi di Surabaya, Sidoarjo, dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Pengakuan para pelaku terungkap dalam video interogasi yang diunggah lewat akun media sosial pribadinya, luthfie.daily, Minggu (4/10/2026).

Informasi ini dilaporkan Surya.co.id dan TribunJatim.com. Dalam kedua laporan itu, pengungkapan modus komplotan tersebut dilakukan langsung oleh Kapolrestabes Surabaya melalui proses interogasi.

Tiga tersangka curanmor dan wilayah beraksi

Tiga tersangka berinisial MSF (24), OCK (28), dan AL (27). Menurut TribunJatim.com, MSF warga Jalan Mojo Kidul, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. OCK berasal dari Jalan Tanggul Gambirono, Desa Krajan, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Adapun AL warga Jalan H Syukur, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Selain di Surabaya, mereka disebut beraksi di Lamongan, Malang, dan Sidoarjo. Ketiganya berstatus residivis dan, menurut TribunJatim.com, kerap keluar masuk penjara pada tahun yang berbeda-beda.

Dalam video, Luthfie sempat menanyai para tersangka soal latar belakang mereka di lembaga pemasyarakatan. Betis masing-masing tersangka tampak diperban setelah mendapat penanganan medis. TribunJatim.com hanya menyebut mereka dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur. Adapun menurut Surya.co.id, tindakan di bagian kaki itu dilakukan setelah ketiganya mencoba melawan petugas.

Baca jugaKapolrestabes Surabaya Dengar Pengakuan Residivis Curanmor: Minta Restu Dukun, Mengaku Curi di 36 TKP

Modus dan kode SST yang dipakai pelaku

Di hadapan Luthfie, para tersangka kompak mengaku telah beraksi di 36 tempat kejadian perkara. Mereka menyebut sasaran kadang tidak terkunci, dan bila terkunci, kunci motor dirusak.

Pembagian tugas pun jelas. MSF dan OCK bertindak sebagai eksekutor, sedangkan AL memantau keadaan di sekitar lokasi. Untuk berkomunikasi, mereka memakai kode khusus berupa desisan.

“Kalau ada tanda bahaya, bilang SST gitu aja, Pak, artinya ada orang, Pak,”

— Seorang tersangka curanmor (identitas tidak dirinci dalam sumber)

Kode itu dibedakan berdasarkan jumlah desisan. Tersangka menjelaskan arti tiap tingkatan tanda tersebut kepada Kapolrestabes.

“Pak. Kalau SST dua kali tandanya disamperin orang. Kalau tiga kali sudah langsung cabut gitu pak,”

— Seorang tersangka curanmor (identitas tidak dirinci dalam sumber)

Menurut Surya.co.id, para tersangka juga mengakui aksi pencurian yang mereka lakukan sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Hitungan polisi dan penyelidikan lanjutan

Luthfie menghitung jumlah motor yang berhasil dibawa kabur komplotan itu berdasarkan pengakuan 36 lokasi tersebut.

“36 TKP dalam kurun 4 bulan, berarti setiap bulan 9 motor, setiap minggu 2 motor,”

— Kombespol Luthfie Sulistiawan, Kapolrestabes Surabaya

Angka itu merupakan perkiraan Kapolrestabes berdasarkan pengakuan para tersangka. Ringkasan Surya.co.id menyebut polisi masih memburu penyuplai kunci modifikasi dan melacak puluhan unit motor hasil curian.

Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, kasus ini menjadi pengingat untuk tidak lengah memarkir kendaraan, termasuk saat motor sudah terkunci, sebab pelaku mengaku merusak kunci bila perlu.