Polrestabes Surabaya menangkap tiga tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga beraksi di sedikitnya 15 tempat kejadian perkara (TKP). Salah satu tersangka sempat kabur lewat atap rumah warga dan akhirnya ditemukan tertidur di sela-sela plafon, seperti dilaporkan TribunJatim/Surya.co.id.
Cerita penangkapan itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. Ia mengunggah video interogasi para tersangka di akun media sosial pribadinya, luthfie.daily, pada Jumat (2/10/2026).
Tiga tersangka curanmor warga Simokerto
Ketiga tersangka berinisial MU (24), A (39), dan H (37). Menurut sumber, mereka tercatat sebagai warga Jalan Sidokapasan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya.
Komplotan ini diduga mencuri motor di Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan sejak 2025. Mereka mengincar kendaraan yang diparkir, bahkan yang sudah diamankan dengan kunci ganda.
Modusnya, kunci setang ditendang sampai rusak, kemudian motor dibongkar dengan obeng. Bagi warga, pola ini menunjukkan bahwa motor yang diparkir dengan kunci ganda pun tetap bisa menjadi sasaran.
Kabur lewat atap hingga tertidur di plafon
Ketika polisi mengepung, salah satu tersangka melompat dari lantai tiga sebuah bangunan demi menghindari penangkapan. Setelah itu ia melintasi rumah-rumah di kawasan yang padat penduduk.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutayana mengatakan, pengejaran dimulai pada malam hari dan baru usai menjelang dini hari. Menurutnya, pelaku menjebol genteng rumah warga lalu masuk ke lemari untuk bersembunyi.
“Lari terus lompat dari lantai tiga, kami dapat informasi dari jam 22.00 sampai 23.00 WIB, lompat ke genteng rumah warga, terus jebol lalu sembunyi masuk ke dalam lemari”
— AKP I Made Sutayana, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya
Pelarian itu berakhir ketika pelaku ditemukan terlelap di sela-sela plafon rumah warga. Menurut sumber, petugas harus bekerja berjam-jam sebelum bisa menghentikan pengejaran di antara bangunan yang berimpitan.
Gang sempit dan upaya pengembalian motor
Polisi menduga tubuh pelaku yang kurus memudahkannya menyusup lewat celah-celah bangunan. Gang sempit dan rumah yang berdempetan membuat kejar-kejaran itu harus ditempuh lewat atap serta bangunan milik warga.
Berdasarkan ringkasan dalam sumber, polisi kini memburu penadah yang diduga menampung motor hasil curian. Polisi juga berupaya mengembalikan kendaraan itu kepada para korban.
Ketiga orang tersebut masih berstatus tersangka. Sumber yang dirujuk tidak memuat keterangan lebih lanjut soal pasal yang dikenakan maupun jumlah motor yang berhasil disita, sehingga informasi itu belum dapat disampaikan.
Pengungkapan kasus ini menjadi pengingat bagi warga Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan, tiga wilayah yang disebut sumber menjadi lokasi aksi komplotan tersebut. Redaksi akan memperbarui berita ini bila polisi merilis keterangan tambahan.
Baca jugaMotor Hilang di Gubeng Surabaya hingga Buduran Sidoarjo, Radio Suara Surabaya Terima Laporan Warga



