Mayoritas peserta polling Radio Suara Surabaya menyatakan setuju dengan rencana Pemerintah Kota Surabaya menyamakan seragam batik dan olahraga siswa SD dan SMP negeri. Polling itu digelar pada Kamis (24/9/2026), seperti dilaporkan Suara Surabaya.
Radio Suara Surabaya menyiapkan polling tersebut sebagai tanggapan atas rencana Pemkot Surabaya. Pertanyaan yang diajukan kepada khalayak: setuju atau tidak jika seragam batik dan seragam olahraga di SD dan SMP negeri di Kota Surabaya dibuat sama.
Cara polling dan waktu pelaksanaan
Suara peserta masuk lewat telepon dan pesan WhatsApp selama Program Wawasan Polling berlangsung, pukul 07.00-09.00 WIB. Selain itu, polling dibuka di akun Instagram @suarasurabayamedia.
Dengan demikian, ada dua kelompok responden. Pertama, pendengar siaran Radio Suara Surabaya yang berpartisipasi lewat telepon dan WhatsApp. Kedua, pengakses Suara Surabaya Media yang memberi suara di Instagram.
Hasil polling: 71 persen dan 68 persen setuju
Dari pendengar yang ikut lewat telepon dan WhatsApp, 100 pendengar atau 71% menyatakan setuju. Sebanyak 41 pendengar atau 29% menyatakan tidak setuju.
Di Instagram, hasilnya searah. Sebanyak 230 pengakses atau 68% menyatakan setuju, sedangkan 106 pengakses atau 32% tidak setuju.
Pada kedua kanal, kelompok yang setuju unggul. Namun, kelompok yang menolak tetap cukup besar, yakni 29% di telepon dan WhatsApp serta 32% di Instagram. Laporan sumber tidak memaparkan alasan masing-masing pihak.
Jumlah suara di Instagram tercatat lebih banyak daripada di telepon dan WhatsApp. Pendukung rencana di Instagram berjumlah 230 pengakses, sedangkan di telepon dan WhatsApp berjumlah 100 pendengar. Persentase dukungan di kedua kanal tetap berada di kisaran yang berdekatan.
Rencana seragam sekolah negeri dan catatannya
Rencana Pemkot Surabaya itu menyangkut seragam batik dan seragam olahraga siswa di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama negeri. Laporan Suara Surabaya tidak menguraikan rincian kebijakan tersebut, misalnya desain seragam, jadwal berlaku, atau ketentuan bagi orang tua murid.
Hasil polling ini baru menggambarkan sikap orang-orang yang bersedia berpartisipasi, yaitu pendengar Radio Suara Surabaya dan pengakses media sosialnya. Angka tersebut belum tentu mewakili pendapat seluruh orang tua murid, guru, maupun warga Surabaya.
Apa selanjutnya
Laporan sumber belum memuat tanggapan Pemkot Surabaya terhadap hasil polling. Laporan itu juga tidak menyebut kapan rencana penyeragaman akan ditetapkan atau mulai berlaku.
Bagi orang tua siswa SD dan SMP negeri di Surabaya, penjelasan resmi dari Pemkot mengenai ketentuan seragam baru akan menjadi rujukan utama. Informasi tambahan akan disampaikan bila pemerintah kota atau sumber lain merilis keterangan resmi.



