Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, mengecek langsung sejumlah sekolah negeri lewat inspeksi mendadak (sidak). Ia menemukan kamar mandi yang rusak, digembok, dan tak bisa dipakai, serta mempersoalkan aturan seragam siswa, seperti dilaporkan Surya.co.id.
Toilet rusak dan terkunci di sekolah negeri
Eri meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya segera mengevaluasi sanitasi di SD negeri dan SMP negeri di Kota Surabaya. Evaluasi itu termasuk mendata perbaikan apa saja yang mendesak.
Saat di lokasi, ia menanyakan kondisi lampu, saluran air, dan kerusakan lain yang membuat kamar mandi tak berfungsi. Sejumlah kamar mandi bahkan dikunci dengan gembok karena memang tidak bisa digunakan.
Menurut laporan itu, kamar mandi merupakan kebutuhan dasar siswa dan tenaga pendidik. Toilet yang layak pakai menjadi unsur penting agar suasana sekolah sehat dan nyaman.
Baca jugaPemkot Surabaya Alokasikan 22 Persen RAPBD 2027 untuk Pendidikan, Naik dari 20 Persen Tahun Ini
Sepekan untuk berbenah
Eri juga menyinggung kebersihan lingkungan sekolah dan meminta tumpukan barang segera disingkirkan. Semua sekolah diberi tenggat satu minggu untuk berbenah.
Dengan tenggat itu, pihak sekolah diminta bergerak cepat merapikan area masing-masing, sementara Dispendik diminta menyiapkan data kebutuhan perbaikan fasilitas sanitasi.
Aturan seragam dan harga atribut
Eri turut memperhatikan seragam dan atribut sekolah yang ketentuan serta harganya berbeda-beda. Ia ingin aturannya dibuat lebih sederhana supaya orang tua siswa tidak terbebani.
Sekolah diminta berhenti menjual kaos kaki. Untuk topi, dasi, sabuk, dan badge, harganya perlu diatur agar tidak berbeda jauh dari satu sekolah ke sekolah lain.
Dispendik diminta menyusun batas harga tertinggi bagi perlengkapan sekolah, sehingga wali murid bisa memilih membeli di luar sekolah jika menginginkannya. Dengan begitu, orang tua tidak lagi bergantung pada satu tempat pembelian.
Dampak bagi siswa dan orang tua di Surabaya
Bagi siswa, perbaikan kamar mandi berarti fasilitas dasar yang bisa dipakai setiap hari. Bagi orang tua, penyederhanaan seragam dan batas harga atribut diharapkan meringankan pengeluaran untuk perlengkapan sekolah.
Pembenahan fasilitas dan penataan aturan seragam ini disebut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kenyamanan belajar sekaligus menjaga agar biaya pendidikan di Surabaya tetap terjangkau.
Hal yang belum dirinci
Sumber tidak merinci nama sekolah yang disidak, jumlah toilet yang rusak, maupun besaran batas harga yang akan ditetapkan. Dispendik Surabaya juga belum disebutkan menyampaikan tanggapan dalam laporan tersebut.
Perkembangan tindak lanjut, mulai dari hasil evaluasi sanitasi hingga penetapan batas harga perlengkapan, perlu dipantau setelah tenggat satu minggu yang diberikan kepada sekolah berakhir.

