Polemik penggunaan stroller di Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 mereda. Peserta bernama Nikmahrafik menyatakan persoalannya selesai setelah bertemu penyelenggara, sementara jebolan MasterChef Indonesia Season 8, Olivia Tommy, meminta maaf pada Selasa (6/10/2026), seperti dilaporkan Surya.co.id.

Lomba lari di Surabaya itu digelar pada Minggu (4/10/2026). Perbincangan di media sosial muncul setelah Nikmahrafik mempertanyakan perbedaan perlakuan panitia terhadap pembawa stroller.

Awal polemik stroller di Surabaya ISOPLUS Marathon

Masalah bermula dari unggahan Nikmahrafik di Threads. Ia mengaku tidak diizinkan membawa stroller saat berlari bersama anaknya. Menurut dia, stroller itu disita panitia di garis start sehingga ia menggendong anaknya dari start hingga finis.

Nikmahrafik juga menyatakan sudah meminta izin saat mengambil BIB atau nomor dada. Ia mempertanyakan mengapa Olivia boleh membawa stroller, sedangkan miliknya disita, sebagaimana dilaporkan IDN Times dan Tribunbengkulu.com.

Dalam unggahannya, Nikmahrafik menulis bahwa wajahnya sudah tak bisa dikondisikan pada satu kilometer terakhir dan ia nyaris pasrah berlari sambil menggendong anak. Ia juga mengeluhkan stroller yang menurut informasi akan bisa diambil di finis, tetapi ia harus berputar bertanya ke panitia, lalu stroller itu digeledah.

Penjelasan Olivia Tommy: sudah kantongi izin

Olivia menyampaikan klarifikasi pada Selasa (6/10/2026). Surya.co.id menyebut klarifikasi itu lewat akun Threads pribadinya, sedangkan IDN Times menyebut lewat Instagram pribadinya.

“Terus terang, tidak ada niatanku sama sekali untuk melakukan pelanggaran peraturan atau memperlakukan ibu lain secara tidak adil,”

— Olivia Tommy, peserta dan jebolan MasterChef Indonesia Season 8

Olivia menuturkan, ia memenuhi persyaratan dari panitia, termasuk menandatangani surat pernyataan tanggung jawab keselamatan. Surat izin stroller terbit dua hari sebelum lomba. Menurut IDN Times, pengajuan izin dimulai sekitar seminggu sebelum lomba.

Karena sudah memegang izin, ia mengaku mengira boleh mengikuti kategori 5K dengan stroller. Ia juga menyiapkan rencana lain, yakni berlari di kategori 10K seorang diri tanpa membawa anak. Olivia mengaku mengerti kekecewaan Nikmahrafik sebagai sesama ibu. Menurut Tribunbengkulu.com, soal perbedaan perlakuan itu ia serahkan kepada panitia.

Baca jugaSuhu Surabaya Diprakirakan Capai 36 Derajat Celsius Senin Ini, Dokter Lari Ingatkan Tanda Dehidrasi

Tanggapan penyelenggara dan evaluasi

Menurut IDN Times, penyelenggara menyatakan penggunaan stroller di area lomba pada dasarnya tidak diperbolehkan demi keselamatan seluruh peserta. Namun, ada ketentuan khusus untuk kondisi tertentu.

“Untuk kondisi tertentu, permohonan dapat disampaikan melalui surat terlebih dahulu dalam waktu yang cukup, sehingga dapat dipertimbangkan oleh panitia sesuai dengan aspek keselamatan,”

— Akun Instagram resmi penyelenggara Surabaya ISOPLUS Marathon (@isoplus7in)

Penyelenggara disebut sudah berkomunikasi langsung dengan Nikmahrafik pada Senin (5/10/2026) dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ia alami. Mereka juga berterima kasih atas waktu yang diberikan untuk bertemu dan berdialog.

Penyelenggara berjanji kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga akan mengevaluasi ketidaknyamanan yang dialami peserta dan warga Surabaya, menurut IDN Times.

Surya.co.id melaporkan Nikmahrafik memastikan persoalan itu telah diselesaikan secara baik-baik setelah ia bertemu dengan penyelenggara dan Olivia.