Video seorang perempuan yang mengaku juru parkir (jukir) di kawasan Tianlala, Jalan Mulyosari, Surabaya, ramai dibicarakan di media sosial. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menurunkan petugas gabungan ke lokasi, namun perempuan yang disorot dalam video itu tidak ditemukan, seperti dilaporkan Surya.co.id.

Petugas gabungan datangi lokasi

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Eri menyatakan telah memantau persoalan jukir yang jadi perbincangan warganet itu. Ia menyebut petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Bapenda, dan Polrestabes Surabaya sudah mendatangi lokasi.

Video yang beredar menampilkan seorang ibu yang mengaku sebagai jukir di kawasan Tianlala. Persoalan itu, menurut Surya.co.id, kemudian mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Surabaya.

Saat petugas tiba, perempuan dalam video tidak berada di tempat. Petugas hanya bertemu beberapa perempuan lain di sekitar area tersebut. Keberadaan mereka belum dijelaskan lebih jauh dalam laporan Surya.co.id.

Nama Dulah muncul dari penelusuran

Dari penelusuran di lapangan, muncul nama seorang pria yang disebut Dulah. Ia kemudian didatangkan untuk dimintai keterangan tentang keberadaan perempuan yang disorot.

Menurut keterangan Dulah, perempuan itu memang dimintanya menjaga area parkir di lokasi tersebut. Sumber yang tersedia tidak merinci hubungan keduanya, dan tidak menyebut apakah ada pungutan yang dilakukan perempuan tersebut.

Tulisan parkir gratis dan dampak bagi usaha

Surya.co.id melaporkan bahwa di area Tianlala terdapat tulisan yang menyatakan parkir gratis. Laporan itu juga menyebut Pemkot Surabaya menyoroti belum adanya kerja sama pengelolaan parkir dengan pihak manajemen.

Di sisi lain, pihak usaha mengaku peristiwa ini berdampak pada citra bisnis mereka, termasuk turunnya rating di Google. Klaim itu disampaikan pihak usaha dan belum diuji oleh sumber independen dalam laporan tersebut.

Unggahan Eri berbahasa Jawa

Eri menulis keterangan unggahannya dengan bahasa Jawa khas Surabaya, yang dikutip Surya.co.id dari akun @ericahyadi. Ia seolah memanggil perempuan yang dicari karena tidak ada di lokasi.

“Buk nangdi sampean Buk, digoleki arek2 kok gak onok Buk”

— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

Terjemahan yang disertakan Surya.co.id kurang lebih bertanya di mana perempuan itu berada, karena sudah dicari anak-anak tetapi tidak ada.

Yang belum terjawab

Hingga laporan Surya.co.id diterbitkan, keberadaan perempuan dalam video belum diketahui. Sumber juga belum memuat langkah lanjutan Pemkot, termasuk soal penataan parkir di kawasan itu atau sanksi bagi pihak mana pun.

Pernyataan Dulah soal permintaan menjaga area parkir juga baru berupa keterangan awal yang disampaikan kepada petugas. Sumber tidak memuat tanggapan dari perempuan yang ada dalam video maupun dari manajemen Tianlala selain klaim soal dampak terhadap citra bisnis.