Risiko tertular influenza A tidak hanya muncul saat seseorang berdekatan dengan penderita. Kondisi ruangan dan kebiasaan sehari-hari ikut menentukan peluang virus berpindah. Hal itu disampaikan dokter spesialis penyakit dalam RSIA Pusura Tegalsari Surabaya, dr. Sella Rizkita Lestari, Sp.PD, dalam podcast Tribun Jatim Network, Selasa (29/9/2026), seperti dilaporkan Surya.co.id.
Bagaimana influenza A menular lewat pernapasan
Menurut dr. Sella, influenza adalah penyakit yang menyebar melalui saluran pernapasan.
“Virus influenza termasuk virus yang menular melalui saluran pernapasan”
— dr. Sella Rizkita Lestari, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSIA Pusura Tegalsari Surabaya
Percikan pernapasan keluar saat penderita batuk, bersin, atau sekadar berbicara, dan dari situlah virus berpeluang berpindah ke orang lain.
Bila kegiatan berlangsung di ruangan padat, terlebih dengan udara yang kurang mengalir, peluang penularan bisa bertambah. Karena itu, ruang tertutup menjadi bagian yang ditekankan dalam penjelasan dr. Sella.
Mengapa ventilasi ruangan penting
Dr. Sella menyebut pertukaran udara sebagai faktor yang berperan penting. Udara yang terus berganti dapat menurunkan kepekatan partikel virus aktif di dalam ruang.
Dengan demikian, jendela yang dibuka atau ruangan yang sirkulasinya baik bisa menjadi cara menekan risiko penularan.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah virus aktif di udara tidak bertahan pada kadar yang sama selama berjam-jam. Partikel virus aktif dapat berkurang seiring waktu, sehingga kondisi lingkungan dan sirkulasi udara tetap menjadi bagian penting dalam mengurangi paparan.
Baca jugaDokter RS Premier Surabaya Ungkap Gaya Hidup Pemicu Serangan Jantung di Bawah 40 Tahun
Penularan lewat permukaan benda
Selain lewat udara, menurut dr. Sella, virus influenza berpotensi berpindah melalui benda yang sudah terkontaminasi. Skenarionya, penderita menutup mulut atau hidung dengan telapak tangan saat batuk atau bersin, lalu menyentuh benda di sekitarnya.
Gagang pintu, meja, dan alat tulis disebut dapat menjadi perantara. Orang lain berisiko terpapar bila menyentuh permukaan itu lalu tanpa sadar memegang mata, hidung, atau mulut.
Etika batuk dan vaksinasi menurut ringkasan Surya.co.id
Dalam ringkasan laporannya, Surya.co.id menyebut ventilasi ruangan dan etika batuk membantu mengurangi risiko penularan influenza. Ringkasan itu ditulis media tersebut, bukan kutipan langsung dari dr. Sella.
Media itu juga menyebut vaksinasi perlu diperhatikan, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi. Rincian kelompok berisiko dan jadwal vaksinasi tidak dijabarkan dalam laporan tersebut.
Warga yang ingin tahu lebih jauh soal vaksinasi dapat menanyakannya kepada tenaga kesehatan di fasilitas layanan terdekat.
Ringkasan hal yang disebut sumber
- Udara di ruangan yang berganti dengan baik membantu menekan risiko penularan.
- Ruangan padat dengan sirkulasi udara buruk dapat meningkatkan risiko.
- Permukaan seperti gagang pintu, meja, dan alat tulis dapat menjadi media perpindahan virus.
- Mata, hidung, dan mulut yang dipegang setelah menyentuh permukaan terkontaminasi menjadi jalur paparan.
- Ventilasi dan etika batuk membantu mengurangi risiko, menurut ringkasan Surya.co.id.



