Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) dan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas) dioptimalkan untuk pemeliharaan infrastruktur sekolah. Permintaan itu disampaikan di Surabaya pada Jumat, setelah ia mengecek langsung SMPN 47, seperti dilaporkan kantor berita ANTARA.

Hasil sidak di SMPN 47 Surabaya

Eri mengatakan ia berkeliling memeriksa ruang kelas dan kamar mandi di sekolah tersebut. Menurutnya, fasilitas SD dan SMP negeri harus terus ditingkatkan agar anak-anak Surabaya nyaman belajar.

Kamar mandi disebutnya sebagai fasilitas dasar yang harus berfungsi baik karena langsung dipakai siswa. Dalam sidak itu, ia mendapati dua kamar mandi dalam kondisi terkunci dan tidak bisa digunakan.

“Kamar mandi ini adalah hal yang paling penting. Ada dua kamar mandi yang dikunci, digembok, karena tidak bisa digunakan. Ini tidak tepat, sekolah negeri kok kondisinya seperti ini,”

— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

Bopda dan Bosnas untuk sanitasi dan petugas kebersihan

Eri meminta pembenahan sanitasi masuk prioritas penggunaan anggaran tahun berjalan maupun 2027. Ia juga ingin standar kamar mandi di SD dan SMP negeri Surabaya naik secara signifikan.

Ia meminta anggaran Bopda dan Bosnas di sekolah-sekolah diperiksa. Menurut Eri, ada kamar mandi sekolah yang rusak, airnya menggenang, bahkan tidak mengalir.

Baca jugaEri Cahyadi Sidak Sekolah Negeri di Surabaya, Temukan Toilet Rusak Terkunci dan Soroti Seragam

Selain pemeliharaan fisik, Eri membuka peluang agar anggaran operasional dipakai untuk petugas yang khusus menjaga kebersihan kamar mandi. Ia menilai fasilitas yang sudah dibenahi harus diikuti perawatan rutin supaya tetap layak.

Menurut Eri, petugas penjaga ditempatkan sesuai jenis kelamin, perempuan untuk kamar mandi putri dan laki-laki untuk putra. Dengan begitu, kamar mandi bisa langsung dibersihkan setelah siswa keluar.

Barang bekas dan harga seragam

Eri juga meminta seluruh SD dan SMP negeri memastikan tidak ada barang bekas menumpuk di lingkungan sekolah. Ia menyatakan akan turun lagi untuk mengecek.

Soal perlengkapan sekolah, ia meminta harga topi, dasi, kaos kaki, sabuk, dan kebutuhan lain tidak membebani orang tua siswa. Eri mengaku telah memberi tenggat kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk menyebarkan edaran kepada kepala sekolah, terutama tentang seragam. Aturan itu, katanya, wajib ditaati seluruh SD-SMP negeri mulai tahun depan.

Warga diminta melapor

Eri meminta masyarakat melapor bila masih menemukan harga seragam yang dinilai tidak wajar. Ia menyatakan siap menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar.

“Sampai masih ada laporan, saya pastikan kepala sekolahnya saya ganti, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya saya beri sanksi,”

— Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya

Dalam laporan ANTARA, tidak disebutkan besaran anggaran Bopda dan Bosnas yang dialokasikan untuk perbaikan sekolah, maupun daftar sekolah lain yang akan dicek.