Sebuah pabrik kerupuk di Jalan Bulak Rukem Timur II A, Surabaya, terbakar pada Selasa (22/9/2026). Api yang diduga kuat berasal dari tungku penggorengan berbahan bakar kayu itu menghanguskan sebagian besar area produksi, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Kronologi Kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.50 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung melakukan proses penanganan terhadap kobaran api yang telah membesar di area pabrik.

Soal waktu kejadian, detikJatim menyebut kebakaran terjadi pada Selasa sore, sementara Suara Surabaya mencatat peristiwa berlangsung pada Selasa malam. Kedua media sama-sama melaporkan bahwa insiden terjadi di kawasan Bulak Rukem Timur, Surabaya.

Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani menyebut, proses pembasahan setelah api utama padam masih berlangsung sekitar setengah jam. Menurutnya, kobaran api menyebar cepat karena struktur atap bangunan yang berbahan kayu sehingga mudah terbakar dan akhirnya ambruk.

Penyebab Diduga dari Tungku Berbahan Bakar Kayu

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, sumber api diduga berasal dari tungku penggorengan yang masih menggunakan kayu sebagai bahan bakar. Rini menegaskan penyebab pasti masih belum dapat dipastikan, namun titik api teridentifikasi berasal dari area tungku tersebut.

Api diduga dari tungku penggorengan yang pakai kayu pembakarannya. Pembasahan setelah api pokok padam berlangsung sekitar setengah jam.

Laksita Rini Sevriani, Kepala DPKP Kota Surabaya

Kepada Suara Surabaya, Rini juga menegaskan bahwa kepastian penyebab kebakaran masih perlu didalami lebih lanjut, meski indikasi awal mengarah pada tungku penggorengan berbahan bakar kayu.

(Pastinya) belum tahu ya. Yang jelas dari tungku penggorengan, pakai kayu pembakarannya.

Laksita Rini Sevriani, Kepala DPKP Kota Surabaya

Rini menambahkan bahwa atap bangunan seluas 400 meter persegi yang seluruhnya terbuat dari kayu membuat api menjalar dengan sangat cepat hingga membuat atap tersebut ambruk saat proses pemadaman berlangsung.

Jadi mudah sekali terbakar (dan) langsung ambruk (atapnya).

Laksita Rini Sevriani, Kepala DPKP Kota Surabaya

Kerugian dan Dampak bagi Pabrik

Insiden ini menghanguskan sekitar 75 persen area bangunan pabrik, mulai dari ruang penggorengan hingga tempat penyimpanan kerupuk. Peralatan usaha seperti tungku, wajan berisi minyak, sampai hasil produksi kerupuk turut ludes terbakar dalam kejadian tersebut.

Meski sebagian besar area produksi rusak parah, bangunan mes tempat tinggal pekerja yang berada di satu sisi area pabrik berhasil diselamatkan dari amukan api. Rini memastikan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini.

75 persen terbakar, cuma satu sisi aja yang aman, mess (tempat tinggal pekerja).

Laksita Rini Sevriani, Kepala DPKP Kota Surabaya

Baca jugaMusisi Kafe Dibacok di Surabaya, Anak Korban Ungkap Pelaku Sempat Tuduh Ayahnya Aniaya Kerabat

Baik detikJatim maupun Suara Surabaya melaporkan bahwa proses pemadaman berhasil menyelamatkan bangunan mes pekerja meski sebagian besar area produksi pabrik rusak akibat kebakaran tersebut, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.